“Brand-brand ini sangat bisa memanfaatkan jaringan visual Disway yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memperkuat award-nya dan kemenangan produk.”
Menurutnya, Disway memiliki jaringan media yang luas dan aktif yang bisa menjadi kekuatan signifikan bagi brand dalam memperluas jangkauan komunikasi mereka.
Terkait harapan ke depan, Thomas menegaskan perlunya hubungan yang lebih erat antara brand dan media, terutama dalam hal kolaborasi strategis.
Ia menyoroti kebiasaan sebagian brand yang memandang media hanya sebagai “tameng” untuk melindungi citra perusahaan saat terjadi isu negatif.
“Brand-brand ini mungkin hanya tahu media sebagai tameng, untuk membantu kalau ada berita yang berisiko untuk image mereka. Padahal tidak seperti itu.”
Sebagai pengusaha, Thomas memahami bahwa media justru memiliki peran besar dalam membantu brand menyampaikan pesan, identitas, dan visi-misi kepada publik.
Ia mendorong para pemilik brand untuk melihat media, termasuk Disway, sebagai mitra jangka panjang dalam membangun narasi positif, bukan hanya sebagai pelindung dari isu negatif.
“Untuk sosialisasi brand misalnya konsep, visi-misi itu penting juga. Media bisa digunakan untuk memperkuat brand-brand mereka.”
Dengan demikian, kolaborasi antara media dan brand dapat menciptakan hubungan yang lebih sehat, produktif, dan saling menguntungkan.