fin.co.id - Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan menewaskan lebih dari 700 jiwa membuat publik menyoroti berbagai faktor penyebab, termasuk aktivitas perusahaan kehutanan dan industri pulp.
Ya, salah satu yang paling banyak disebut adalah PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU).
Tidak sedikit warganet yang menduga bahwa aktivitas perusahaan tersebut berkontribusi pada kerusakan lingkungan yang memicu bencana besar ini. Bahkan, muncul pula kabar yang mengaitkan Luhut Binsar Pandjaitan dengan PT Toba Pulp Lestari.
Namun, benarkah demikian?
Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Terafiliasi dengan Toba Pulp Lestari
Munculnya kabar mengenai dugaan keterlibatan atau kepemilikan Luhut terhadap TPL membuat pihaknya merespons secara resmi.
Melalui Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, ditegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
“Pak Luhut tidak memiliki, tidak terafiliasi, dan tidak terlibat dalam bentuk apa pun baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Toba Pulp Lestari,”
ujar Jodi dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Ia menambahkan bahwa semua klaim yang mengaitkan Luhut dengan TPL merupakan informasi keliru dan tidak berdasar.
Jodi juga mengimbau publik untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjaga etika ruang digital agar tidak menimbulkan disinformasi.
Sebagai pejabat negara, Luhut disebut selalu mematuhi aturan mengenai transparansi dan pengelolaan potensi konflik kepentingan.
Lalu, Siapa Pemilik PT Toba Pulp Lestari Sebenarnya?
Untuk menjawab ini, kita harus melihat kembali sejarah dan perkembangan struktur pemegang saham perusahaan.