Megapolitan . 08/12/2025, 19:59 WIB

Tanggul Laut di Jakarta Utara Bocor, Pemprov DKI Janji Lakukan Perbaikan Permanen

Penulis : Tuahta Aldo  |  Editor : Tuahta Aldo

fin.co.id - Sejumlah tanggul penahan air laut di wilayah pesisir Jakarta Utara mengalami kebocoran, kondisi ini membuat petugas harus bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan karung pasir sebagai penambal sementara.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan persoalan tanggul yang bocor menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.

"Jadi ada beberapa yang tadi sudah saya sebutkan, saya ingin ulangi lagi. Di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, dan Cilincing Marunda. Itulah yang kemarin mendapatkan atensi perhatian khusus," kata Pramono di Muara Baru, Senin 8 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa solusi karung pasir hanya bersifat sementara, sambil menunggu proses perbaikan tanggul dilakukan secara menyeluruh.

"Sedangkan untuk penambalan sebenarnya bukan seperti karung-karung itu tadi," jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menjelaskan, bahwa upaya permanen sudah mulai dilaksanakan melalui proses pengecoran.

"Jadi kita melakukan penguatan struktur dengan cara grouting, menggunakan metode shotcrete, digali 3 meter, kemudian dicor dan diisi dengan menggunakan beton cor," ungkap Ika Agustin Ningrum.

Ia menegaskan, penggunaan karung pasir adalah langkah cepat yang biasa diambil saat muncul kebocoran mendadak.

"Saat ini sudah berjalan di hilir Nizam Zachman (Muara Baru) sepanjang 400 meter dan akan dilanjutkan sepanjang 1 kilometer. Jika memang satgas-satgas kemarin memang SOP nya seperti itu Jika ada kebocoran, mereka pasti akan melakukan penanganan darurat di hari yang sama terlebih dahulu," tuturnya.

Penyebab Tanggul Bocor di Jakarta Utar

Sementara itu Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Herisuandi, memaparkan penyebab bocornya Tanggul Muara Baru.

Menurutnya, korosi pada beton menjadi faktor utama kerusakan. Tekanan air laut yang semakin meningkat dan penurunan tanah di kawasan pesisir, justru memperparah kondisi tanggul hingga akhirnya jebol.

"Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut. Nah itu menyebabkan korosi terhadap beton yang ada," ucap Herisuandi kepada wartawan setelah meninjau langsung Tanggul Muara Baru

Pemprov DKI terus mengupayakan perbaikan dengan cepat, agar tanggul kembali kokoh dan masyarakat pesisir terhindar dari ancaman rob yang kembali teradi secara berulang.

"Memang adanya global warming yang meningkatkan permukaan tinggi air laut. Juga pengaruh juga land subsidence. Ini artinya kombinasi ya antara land subsidence, tinggi muka air laut, pressure air laut, dan juga korosi terhadap struktur beton," tutupnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com