fin.co.id - Provinsi Aceh kembali mendapatkan bantuan dari luar negeri untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi yang menyebabkan ribuan korban jiwa, luka-luka, hingga ratusan ribu warga mengungsi.
Bantuan internasional tersebut datang dari China dan Malaysia, sebagaimana disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Muzakir memastikan, seluruh bantuan yang masuk akan disalurkan secara merata ke wilayah-wilayah terdampak, tanpa ada intervensi atau pembatasan tertentu dari pihak mana pun.
“Bantuan ini akan kita salurkan merata. Tidak ada larangan bantuan luar negeri masuk ke dalam negeri. Ini untuk kemanusiaan,” ujar Muzakir, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya, dikutip Selasa 9 Desember 2025.
Muzakir mengungkapkan bahwa bantuan dari China difokuskan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban jiwa yang tertimbun longsor, khususnya di titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.
Tim penyelamat dari China saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat untuk membahas teknis evakuasi korban yang tertimbun lumpur.
“Mereka sedang mengevakuasi banyak-banyak yang tertanam dengan lumpur. Bantuan ini juga dari LSM yang berhubung kait dengan pemerintah China,” kata Muzakir.
Kondisi medan yang berat, tertutup lumpur tebal, serta cuaca yang belum sepenuhnya membaik membuat proses pencarian korban berjalan penuh tantangan. Kehadiran tim internasional dinilai sangat membantu mempercepat evakuasi.
Malaysia Kirim Bantuan Sembako dan Obat-obatan
Tak hanya dari China, bantuan dari Malaysia juga kembali akan diterima Aceh dalam waktu dekat. Bantuan tersebut berupa:
-
Kebutuhan pokok
-
Obat-obatan
-
Peralatan medis darurat
Muzakir mengatakan, bantuan dari Malaysia akan sangat membantu mengisi kekurangan logistik, terutama untuk para pengungsi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota terdampak bencana.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada intervensi politik maupun pembatasan teknis dalam masuknya bantuan dari luar negeri ke Aceh.