fin.co.id - Kepala Rumah Sakit (RS) Polri, Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima 21 kantong jenazah terkait kebakaran di gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sejak sore hari.
Prima menuturkan bahwa jumlah tersebut kemungkinan bertambah, mengingat proses evakuasi masih berlangsung oleh tim pemadam kebakaran di lokasi.
"Kami kurang tahu, Sementara ada 21 kantong jenazah," ujar Prima di Jakarta pada Selasa, 9 Desember 2025.
Untuk proses identifikasi, RS Polri Kramatjati bekerja sama dengan Polda Metro Jaya melalui berbagai metode seperti pemeriksaan DNA, sidik jari, serta identifikasi gigi.
"Kami akan koordinasi dengan Biddokkes Polda Metro Jaya," tambahnya.
Selain itu, RS Polri juga menggandeng sejumlah institusi, termasuk universitas serta tim Bareskrim, guna mempercepat identifikasi para korban.
"Kami juga berkoordinasi dengan Universitas Indonesia (UI) serta Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis)," jelasnya.
Kebakaran ini sendiri dilaporkan warga pada pukul 12.43 WIB. Lokasi kebakaran berada di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menurut petugas Damkar Sektor Cempaka Putih, ratusan personel telah diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut.
“Data sementara 28 unit mobil damkar diterjunkan,” ujarnya kepada Disway.
Unit-unit pemadam itu merupakan gabungan dari sektor Cempaka Putih, Kemayoran, Senen, serta Sudin, dengan total 101 personel.
“Gedung kantor,” ungkapnya terkait data awal bangunan yang terbakar.
Terkait jumlah korban luka maupun korban jiwa, petugas belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
“Belum ya, biar langsung pimpinan kami,” ucapnya.
Berdasarkan unggahan Instagram Jakarta Pusat Info, petugas dari Dinas Gulkarmat telah berada di lokasi dan masih berjibaku melakukan upaya pemadaman serta pendinginan di area kebakaran.