Megapolitan . 10/12/2025, 17:11 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya buka suara setelah seorang pegawai SKK Migas meninggal dunia akibat menabrak bus Transjakarta saat bersepeda, Rabu pagi. Ia menyebut insiden itu terjadi di luar jam aman untuk para pesepeda.
"Bagi para pesepeda, itu jam 06.30 WIB, jam 06.20 WIB itu sudah selesai. Ini kan kejadiannya 06.20 WIB. Jadi ini sudah di luar jam bersepeda," kata Pramono di Hotel Mulia, Jakarta Pusat.
Pramono menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin langsung menuding siapa yang bersalah. Namun, berdasarkan laporan awal yang ia terima, korban menabrak bagian belakang bus Transjakarta yang melintas di jalurnya.
"Saya nggak mau menyalahkan siapa pun. Tapi kejadiannya, tadi saya panggil Dirut Transjakarta, almarhum mungkin capek, menabrak dari belakang busnya. Kejadiannya itu," jelasnya.
Sebagai pesepeda aktif, Pramono mengaku memahami betul kondisi jalanan Jakarta saat pagi hari. Ia mengingatkan para pesepeda agar lebih disiplin menentukan waktu berkendara, karena lalu lintas mulai ramai setelah pukul 06.00 WIB yang membuat risiko kecelakaan meningkat.
"Karena saya pesepeda kan, dan saya tahu jam berapa harus selesai. Setelah itu, lalu lintas mulai ramai," ucpanya.
Menanggapi usulan penataan ulang jalur sepeda agar lebih aman dan steril, Pramono menilai bahwa masalah utamanya tidak terletak pada fasilitas, melainkan pada kesadaran dan pemanfaatan waktu yang tepat oleh pengguna jalur sepeda itu sendiri.
"Persoalannya sebenarnya bukan di jalur sepeda, persoalannya adalah ini kan sudah bukan jam bersepeda," tutupnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media