Internasional . 10/12/2025, 21:53 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa AS mulai kehilangan kesabaran dalam proses negosiasi dengan Jakarta.
Jika kesepakatan dagang AS–Indonesia benar-benar gagal, dampaknya bisa sangat luas, antara lain:
Kenaikan tarif produk Indonesia di AS bisa kembali ke angka 32 persen
Ekspor nasional berpotensi tertekan, khususnya sektor manufaktur, tekstil, alas kaki, elektronik, dan agribisnis
Investor AS bisa menahan ekspansi di Indonesia
Nilai tukar dan pasar saham berpotensi mengalami tekanan psikologis
AS merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, sehingga setiap perubahan kebijakan tarif akan sangat terasa bagi dunia usaha.
Di tengah ketegangan perdagangan global, Indonesia sebenarnya sedang memainkan strategi keseimbangan antara AS, China, dan negara-negara ASEAN. Namun, jika hubungan dagang dengan AS memburuk, posisi Indonesia di rantai pasok global bisa ikut terdampak.
Para ekonom menilai, pemerintah Indonesia perlu berhitung sangat matang, terutama dalam soal perlindungan industri dalam negeri tanpa mengorbankan akses pasar ekspor.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media