Nasional . 10/12/2025, 14:40 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
Dengan menggunakan pendekatan Systems Thinking, peserta merumuskan Teori Perubahan Sistem Pangan Berkelanjutan, menyusun rencana aksi berbasis nilai spiritual, serta menyepakati pembentukan Forum Lintas Agama dan Kepercayaan untuk Sistem Pangan Lestari. Wakil Kementerian Agama, Deva Sebayang, mengapresiasi langkah ini dan menegaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral yang signifikan, serta bahwa kolaborasi lintas iman untuk pangan berkelanjutan merupakan bukti nyata kontribusi spiritualitas dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
Pada penutup kegiatan, para tokoh kembali menegaskan bahwa pangan adalah hak dasar sekaligus titipan Tuhan yang harus dijaga. Konsumsi pangan harus beragam, bergizi, seimbang, dan tidak berlebihan. Mereka sepakat bahwa transformasi sistem pangan adalah gerakan spiritual kolektif yang harus diwujudkan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media