Nasional . 11/12/2025, 17:50 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Difokuskan pada lima sektor utama yang paling dicari:
Perawat dan caregiver
Welder (6G dan setara)
Pengemudi truk (SIM internasional)
Hospitality (perhotelan dan layanan wisata)
Tenaga teknis lainnya sesuai permintaan negara tujuan
Mulai dari level dasar sampai level siap kerja:
Jepang: JLPT N5–N4
Korea Selatan: TOPIK I
Jerman: Goethe A1–B2
Inggris: IELTS/TOEFL
Negara Timur Tengah: pelatihan bahasa Inggris sebagai standar minimal
Seluruh proses training berlangsung antara 2–7 bulan, tergantung bidang pekerjaan.
Tanpa beasiswa, biaya pelatihan dan sertifikasi bisa mencapai Rp34,5–46 juta per peserta. Karena itu pemerintah turun tangan agar akses lebih inklusif bagi lulusan SMK yang menganggur atau belum bekerja.
Program ini juga menjadi bagian penting dari strategi peningkatan serapan tenaga kerja nasional serta upaya pemerintah mempercepat daya saing SDM Indonesia.
Setelah lulus pelatihan dan mendapatkan sertifikasi internasional, peserta akan diprioritaskan bekerja di lima negara sasaran utama:
Jepang
Korea Selatan
Jerman
Australia
Uni Emirat Arab
Kelima negara tersebut dikenal menawarkan standar gaji yang jauh lebih tinggi. Sebagai gambaran:
Caregiver: Rp22–30 juta/bulan
Hospitality: Rp18–35 juta/bulan
Welder 6G: bisa mencapai Rp40–70 juta/bulan
Pengemudi truk internasional: Rp25–50 juta/bulan
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media