Nasional . 11/12/2025, 20:16 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Pemerintah kembali menghadirkan Program Mudik Gratis Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), melalui Kementerian Perhubungan.
Langkah ini dilakukan, sebagai salah satu upaya menyediakan perjalanan yang lebih aman dan terjangkau bagi masyarakat, selama periode Nataru.
Untuk musim liburan kali ini, Kemenhub mengalokasikan 33.039 kursi penumpang dan 5.628 kuota sepeda motor yang dapat diangkut lewat moda darat, kereta api, hingga laut.
Berdasarkan informasi yang fin.co.id dapat, khusus untuk angkutan darat, disediakan 70 bus yang melayani beragam rute dari Jakarta menuju kota-kota di Pulau Jawa.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menekankan, program mudik gratis ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
"Pendaftaran sudah dibuka sejak 1 Desember 2025. Silahkan manfaatkan fasilitas mudik gratis lewat pendaftaran di halaman website mudik.kemenhub.go.id. Kami berharap kuotanya dapat diisi dengan maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan," ungkap Dudy Purwagandhi.
Ia menegaskan pentingnya mudik gratis sebagai instrumen pemerintah untuk menciptakan perjalanan yang selamat, aman, nyaman, dan lebih terjangkau.
"Mudik adalah tradisi mulia untuk merajut silaturahmi. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan dan menjalankannya dengan selamat, aman dan tertib," ucapnya.
Selain mengurangi beban biaya perjalanan, program ini juga ditujukan untuk mendorong masyarakat berpindah dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
Tahun ini, program mudik gratis mencakup :
Kementerian telah menyesuaikan jadwal keberangkatan dan kepulangan berdasarkan prediksi puncak mobilitas masyarakat.
Diperkirakan puncak arus mudik jatuh pada 24 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik terjadi pada 2 Januari 2026.
Berdasarkan evaluasi Nataru tahun sebelumnya, tercatat 94,67 juta pergerakan masyarakat, dengan 17,18 juta pengguna transportasi umum.
Angka kecelakaan pun turun hampir 14 persen, menunjukkan dampak signifikan dari penggunaan angkutan umum yang lebih masif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media