Nasional . 12/12/2025, 15:31 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Terpantau dari Satelit: Jalan Berkelok di Hutan Lebat dan Label Misterius
Untuk memahami seberapa parah dugaan kerusakan ini, investigasi awal telah dilakukan menggunakan citra satelit (Google Earth). Apa yang terlihat dari angkasa sangat mencurigakan.
Hasil pantauan menunjukkan sebuah area berhutan lebat di Lereng Gunung Slamet. Area ini kini terbelah oleh jalan tanah berkelok-kelok yang tampak memotong lereng bukit atau pegunungan. Ketika vegetasi di sekitarnya terlihat rapat dan hijau, jalur tanah yang terbuka justru menampilkan warna cokelat kemerahan pekat. Warna ini menjadi indikasi kuat adanya aktivitas pengerukan atau pembukaan lahan yang baru dilakukan.
Yang membuat misterius, pada jalur yang terbuka dan dipenuhi tanah itu, muncul beberapa label buatan yang sangat aneh. Label-label tersebut berbunyi "PT orang gila" dan "PT WONG MBRANGAS". Penting untuk dicatat, label-label ini bukan penanda resmi, melainkan tulisan yang ditambahkan di atas gambar, menyiratkan adanya upaya untuk menyinggung atau menyindir pelaku aktivitas di lokasi tersebut.
Secara visual, area terbuka yang memanjang mengikuti kontur lereng memberikan kesan adanya pembukaan lahan yang tidak wajar. Kondisi seperti ini seringkali dikaitkan dengan aktivitas seperti penambangan ilegal atau penggalian tanah dalam skala besar. Namun, kita harus berhati-hati. Citra satelit tidak bisa memberikan kepastian teknis apakah kegiatan itu adalah tambang ilegal atau sekadar pembukaan jalan biasa. Tugas ini sepenuhnya berada di pundak Satgas PKH untuk melakukan investigasi lapangan mendalam.
Mengingat kawasan Gunung Slamet merupakan salah satu kawasan dengan risiko tinggi, penertiban hutan ini menjadi prioritas utama. Masyarakat menuntut kejelasan, dan Satgas PKH wajib memastikan siapa pun yang berada di balik "PT Wong Mbrangas" atau aktivitas ilegal lain harus bertanggung jawab penuh. Kasus ini membuktikan, kejahatan lingkungan tidak bisa lagi disembunyikan di balik rimbunnya hutan. Mata Satgas PKH dan citra satelit terus mengawasi! - Candra Pratama/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media