Nasional . 12/12/2025, 15:34 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait potensi hujan lebat dan gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, pihaknya terus memantau secara intensif Bibit Siklon Tropis 93S yang saat ini berada di Samudra Hindia selatan NTB.
Meskipun sistem ini diprediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG memperingatkan potensi dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.
“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” kata Faisal, Jumat, 12 Desember 2025.
Selain hujan, gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 meter) diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan.
Analisis BMKG mencatat kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan minimum 1009 hPa. Kondisi awan konvektif di sekitar 93S belum terorganisir dengan baik, sehingga proses penguatan sistem diperkirakan berlangsung lambat dalam 24 jam ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan, dalam 24 jam ke depan, 93S bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Dalam 48–72 jam ke depan, intensitas sistem diperkirakan meningkat seiring membaiknya pola sirkulasi, namun tetap menjauhi daratan.
Sistem ini pertama kali terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07:00 WIB di sekitar 12.0°LS – 117.0°BT dan masuk dalam Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengingatkan warga pesisir, serta masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada. Pelaku kegiatan pelayaran, perikanan, dan transportasi laut juga diminta menyesuaikan aktivitas berdasarkan informasi resmi BMKG.
“Hindari penyebaran informasi yang menimbulkan kepanikan. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada kanal resmi BMKG untuk memastikan langkah pencegahan dilakukan secara tepat dan efektif. Ketenangan masyarakat adalah kunci utama dalam kesiapsiagaan kita bersama,” ujar Andri.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media