Nasional . 12/12/2025, 15:35 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Pencarian tiga korban longsor di Desa Wargaluyu, Kabupaten Bandung, akhirnya berhenti setelah Tim SAR gabungan menjalankan operasi selama tujuh hari sesuai SOP. Keputusan ini bukan langkah yang mudah. Namun, aturan operasi penyelamatan menetapkan batas pencarian maksimal selama sepekan untuk menjaga keselamatan tim di lapangan.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan bahwa pemerintah sudah melakukan upaya maksimal sejak hari pertama bencana. “Karena sudah tujuh hari, dan selama tujuh hari ini para korban longsor belum diketemukan, saya mohon kesadaran dari keluarganya. Pemerintah sudah berupaya,” ujarnya.
Meski operasi resmi dihentikan, para relawan tidak menyerah. Mereka berinisiatif melanjutkan pencarian secara mandiri selama tiga hari berikutnya. Upaya ini menjadi bentuk solidaritas warga yang ingin memastikan korban bisa ditemukan.
Hingga operasi dihentikan, tiga warga yang belum ditemukan adalah Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10). Mereka tertimbun material longsor dari lereng setinggi sekitar 80 meter dan lebar 150 meter. Longsor terjadi pada Jumat (5/12) sore setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Skala longsoran yang besar membuat proses pencarian tidak mudah. Kondisi tanah labil dan curah hujan tinggi meningkatkan risiko bagi tim penyelamat. Situasi di lapangan membuat tim harus berhati-hati agar tidak terjadi insiden lanjutan.
Bupati Dadang mengingatkan bahwa Kabupaten Bandung memiliki 15 kecamatan rawan bencana. Pada musim hujan yang intens, potensi longsor meningkat. Karena itu, ia mendorong para kepala desa dan camat untuk aktif menilai kebutuhan evakuasi apabila kondisi wilayahnya mengkhawatirkan.
“Maka, silakan sampaikan kepada kepala desa masing-masing atau para camat, apakah perlu evakuasi dan sebagainya, karena curah hujan masih tinggi. Menurut BMKG, sampai Februari 2026, curah hujan diperkirakan masih tinggi,” tegasnya. Prediksi ini membuat pemerintah daerah harus menerapkan langkah mitigasi yang lebih serius. Koordinasi antarpemerintah desa, relawan, dan masyarakat menjadi kunci mengurangi risiko korban jiwa di masa mendatang.
Bupati juga meminta warga tidak ragu melapor jika melihat tanda-tanda kerawanan, seperti retakan tanah, pohon miring, atau aliran air yang tidak biasa. Tindakan dini dapat membantu pemerintah menetapkan langkah pencegahan sebelum bencana terjadi.
Sebagai langkah kesiapsiagaan nasional, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan edaran yang melarang kepala daerah melakukan perjalanan ke luar negeri hingga 15 Januari 2026. Aturan ini bertujuan memastikan pejabat daerah tetap berada di wilayahnya untuk mengantisipasi potensi bencana yang meningkat selama musim hujan.
“Kami meminta seluruh komponen pemerintahan mulai dari RT, RW, perangkat desa, camat hingga kepala dinas tetap siaga,” kata Dadang. Ia menekankan bahwa koordinasi dari level terbawah menjadi pondasi utama penanganan bencana.
Dengan curah hujan yang masih tinggi, masyarakat Kabupaten Bandung diminta tidak lengah. Bencana longsor di Wargaluyu menjadi pengingat bahwa ancaman geologi bisa muncul kapan saja, terutama di daerah dengan kemiringan tanah curam.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media