Viral . 12/12/2025, 17:26 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Kondisi SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mulai kembali tertata setelah kecelakaan mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru pada Kamis, 11 Desember 2025. Insiden tersebut sempat mengguncang suasana belajar dan membuat banyak orang tua cemas. Untuk memulihkan rasa aman itu, sekolah dan kepolisian bergerak cepat dengan melakukan serangkaian langkah pemulihan psikologis.
Salah satu langkah yang langsung terasa yaitu pengecatan ulang lapangan sekolah. Guru, petugas PPSU, dan Binmas Polsek Cilincing turun tangan membersihkan area lalu mengecat ulang permukaan lapangan yang sebelumnya menjadi lokasi kejadian. Kehadiran warna baru di area sekolah diharapkan membantu siswa lebih nyaman saat kembali beraktivitas.
Langkah sederhana seperti pengecatan ulang lapangan ternyata punya dampak besar bagi anak-anak. Lingkungan yang bersih dan segar dapat membantu mengurangi ketegangan setelah mereka menyaksikan atau mengalami insiden traumatis. Guru dan petugas PPSU mempercepat proses ini agar suasana sekolah kembali terasa normal.
Upaya fisik tersebut juga melengkapi langkah nonfisik yang terus berjalan. Kepolisian dan pihak sekolah menjalankan pendampingan psikososial untuk siswa, guru, dan keluarga korban. Pendampingan ini membantu mereka memproses emosi, mengurangi kecemasan, dan mengembalikan stabilitas psikologis setelah kejadian yang mengejutkan itu.
Rangkaian trauma healing tidak berhenti pada pengecatan lapangan. Jajaran Polsek Cilincing juga terlibat dalam pendampingan langsung. Mereka hadir untuk memberikan rasa aman, mendampingi anak-anak berbicara tentang perasaan mereka, hingga memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan sehat.
Pendekatan menyeluruh seperti ini penting, terutama karena sebagian siswa dan seorang guru mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Meski tengah dalam proses pemulihan, dukungan emosional tetap mereka butuhkan agar kembali percaya diri dan tidak membawa trauma jangka panjang.
Untuk memastikan keselamatan sekaligus memberikan ruang pemulihan, sekolah memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh sementara waktu. Keputusan ini membantu siswa beristirahat tanpa kehilangan kontinuitas belajar. Guru tetap mengajar melalui metode daring sambil memonitor kondisi siswa.
Pihak sekolah juga memastikan seluruh fasilitas sekolah aman sebelum kegiatan tatap muka kembali dibuka. Dengan begitu, orang tua bisa lebih tenang ketika anak-anak nanti kembali ke ruang kelas.
Insiden pada 11 Desember 2025 itu melibatkan mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hilang kendali dan menabrak siswa serta seorang guru. Kejadian ini sontak mengganggu aktivitas belajar dan meninggalkan dampak psikologis bagi banyak siswa.
Meski demikian, respon cepat sekolah dan aparat membuat proses pemulihan berjalan lebih terarah. Perbaikan fasilitas, pendampingan psikososial, dan penerapan PJJ menjadi kombinasi yang membantu sekolah kembali stabil.
Dengan terus bergeraknya proses pemulihan, pihak sekolah berharap siswa dapat kembali belajar dalam suasana aman dan nyaman. Pendekatan yang melibatkan guru, aparat, dan masyarakat memperlihatkan betapa pentingnya kolaborasi dalam memulihkan kondisi pasca-insiden.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media