Nasional . 13/12/2025, 18:21 WIB

Kementerian PU Percepat Pemulihan Akses Aceh, Jembatan Bailey Dipasang di Sejumlah Titik

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot penanganan infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh. Salah satu langkah darurat yang kini dilakukan adalah pemasangan jembatan Bailey guna memulihkan kembali konektivitas antarwilayah.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan akses transportasi menjadi fokus utama pemerintah karena berpengaruh langsung terhadap kehidupan sosial dan roda perekonomian masyarakat.

"Arahan Bapak Presiden, seluruh sumber daya Kementerian PU bergerak maksimal untuk memastikan akses darat dapat segera pulih," ujar Menteri Dody, Sabtu, 13 Desember 2025.

Ia menambahkan, upaya tersebut terus dilakukan tanpa henti mengingat pentingnya kelancaran mobilitas warga dan distribusi bantuan. "Kami terus bekerja karena ini menyangkut mobilitas warga, distribusi bantuan, dan aktivitas pemulihan di lapangan," sambungnya.

Berdasarkan hasil pemetaan Kementerian PU, bencana hidrometeorologi di Aceh mengakibatkan terputusnya 15 unit jembatan pada beberapa ruas jalan nasional. Untuk penanganan sementara, kebutuhan jembatan Bailey di wilayah ini ditetapkan sebanyak 18 unit.

Dari total tersebut, sebanyak 8 unit telah tersedia dan terpasang di sejumlah lokasi prioritas. Sementara itu, 10 unit lainnya masih dalam tahap pemenuhan serta mobilisasi dari berbagai daerah di luar Provinsi Aceh.

Sebaran kebutuhan 18 unit jembatan Bailey tersebut berada di ruas-ruas strategis yang menghubungkan kawasan pesisir, dataran tengah, hingga wilayah pedalaman. Di lintasan Bireuen menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah, jembatan darurat dibutuhkan di beberapa titik, antara lain Teupin Mane, Alue Kulus, Weihni Enang-enang, Weihni Rongka, Timang Gajah, Weihni Lampahan, dan Jamur Ujung.

Pada jalur Aceh Tengah–Nagan Raya hingga Lhok Seumot–Jeuram, pemasangan jembatan Bailey diperlukan untuk memulihkan akses di Jembatan Krueng Beutong. Kebutuhan serupa juga terdapat di lintas Pameue–Genting Gerbang–Simpang Uning, meliputi Jembatan Krueng Pelang, Jeurata, dan Titi Merah, serta di ruas Simpang Uning–Uwaq pada Jembatan Lenang.

Sementara itu, di wilayah Gayo Lues hingga Aceh Tenggara dan Kutacane, jembatan Bailey dibutuhkan di Jembatan Lawe Penanggalan, Lawe Mengkudu, serta dua titik badan jalan yang terputus pada ruas Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian PU melakukan mobilisasi jembatan Bailey dari berbagai sumber. Sebanyak 10 unit telah disiapkan, dengan rincian 1 unit dari BPJN Riau ke Kutacane, 6 unit dari BBPJN Kalimantan Timur, 2 unit dari Depo Citeureup, serta 1 unit dari BPJN Jambi. Dukungan juga datang dari BUMN Karya, yakni 5 unit dari Adhi Karya, 3 unit dari Hutama Karya, dan 1 unit dari Nindya Karya.

Salah satu progres yang tengah berlangsung adalah pengiriman jembatan Bailey dari Balikpapan menuju Lhokseumawe. Hingga 13 Desember 2025 pukul 09.00 WITA, di Gudang BPJN Kalimantan Timur telah dilakukan pemilahan tiga set jembatan Bailey. Dua set telah dimuat ke atas delapan truk, sementara satu set lainnya dalam perjalanan menuju Pelabuhan Kariangau menggunakan empat truk.

Di Pelabuhan Kariangau, rangka jembatan kemudian disusun ke dalam dua kontainer berukuran 40 feet dan sepuluh kontainer 20 feet. Proses ini didukung berbagai alat berat, seperti crane, flatbed truck, excavator, hyap crane, dan forklift, baik di area workshop maupun pelabuhan.

Selain penyediaan jembatan Bailey, Kementerian PU juga mengerahkan alat berat dalam jumlah besar. Tercatat sebanyak 166 unit alat berat disiagakan di Aceh untuk mendukung penanganan darurat. Dukungan tersebut berasal dari berbagai BUMN Karya, di antaranya ADHI Karya, Hutama Karya, PT PP, WIKA, Nindya Karya, Waskita Karya, serta BAP.

Seluruh unit teknis Kementerian PU akan terus memantau perkembangan mobilisasi dan pemasangan jembatan Bailey, sekaligus memastikan penanganan darurat infrastruktur berjalan optimal hingga kondisi kembali pulih.

"Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," tutup Menteri Dody.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com