Hukum dan Kriminal . 15/12/2025, 20:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Untuk di TKP Garoga dan Anggoli sudah kami naikkan ke proses penyidikan,” ujar Irhamni dalam konferensi pers daring, Rabu (10/12/2025).
Dalam proses penyelidikan, tim Bareskrim Polri menemukan alat berat berupa ekskavator di lokasi yang diduga kuat digunakan untuk aktivitas pembalakan liar. Selain itu, ditemukan pula muara sungai baru yang dinilai tidak terbentuk secara alami.
Muara tersebut diduga sengaja dibentuk untuk mendukung aktivitas ilegal, namun justru mengubah pola aliran air dan memperparah risiko banjir saat curah hujan tinggi.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kerusakan lingkungan akibat pembalakan liar memiliki kaitan langsung dengan bencana banjir yang melanda wilayah Sumatra.
Tak hanya fokus pada lokasi kejadian, penyidik juga melakukan uji laboratorium terhadap sampel gelondongan kayu yang ditemukan pascabanjir. Langkah ini bertujuan untuk menelusuri asal-usul kayu serta memastikan apakah hasil pembalakan tersebut berasal dari kawasan hutan lindung atau area terlarang.
“Kami masih melakukan uji laboratorium untuk memastikan asal kayu yang ditemukan,” jelas Irhamni.
Hasil uji laboratorium ini akan menjadi bukti penting dalam proses hukum, sekaligus membuka kemungkinan penetapan tersangka tambahan apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.
Kasus pembalakan liar di Tapanuli menjadi perhatian serius karena terjadi di kawasan hulu sungai. Aktivitas ilegal tersebut diyakini telah mengganggu keseimbangan ekosistem, mengurangi daya serap tanah, dan memicu luapan air secara masif.
Banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatra dalam beberapa waktu terakhir disebut sebagai peringatan keras atas dampak kerusakan lingkungan yang tidak terkendali.
Polri menegaskan bahwa penanganan kasus ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Kapolri memastikan Polri tidak akan berhenti pada satu kasus saja. Penindakan terhadap pembalakan liar dan kejahatan lingkungan lainnya akan terus diperluas, terutama di wilayah rawan bencana.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media