Nasional . 16/12/2025, 18:04 WIB

BMKG Pasang Ribuan Alat Pantau, 40 Ribu Gempa Tercatat Sepanjang 2025

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoperasikan lebih dari 10.000 perangkat deteksi untuk memonitor cuaca ekstrem, aktivitas gempa bumi, hingga potensi tsunami di seluruh Indonesia. Ribuan alat tersebut diawasi oleh unit pelaksana teknis (UPT) BMKG melalui jaringan stasiun yang tersebar di 191 wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, hasil pemantauan sepanjang 2025 mencatat lebih dari 40.000 kejadian gempa bumi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 917 gempa dirasakan masyarakat, dengan 24 di antaranya menimbulkan dampak kerusakan.

“Ini terpantau di UPT-UPT BMKG, stasiun-stasiun yang tersebar di 191 daerah di Indonesia, dengan 10 ribu lebih alat yang memantau kondisi cuaca serta gempa dan tsunami,” kata Faisal dalam Sidang Kabinet bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin, 15 Desember 2025.

Selain pemantauan gempa dan cuaca, BMKG juga telah memasang lightning detector atau alat pemantau petir di 38 UPT. Perangkat ini berfungsi mendeteksi lokasi kemunculan petir sekaligus mengukur intensitasnya.

Ke depan, Faisal mengungkapkan BMKG akan mengembangkan sistem prakiraan cuaca berbasis dampak atau Impact-Based Forecast (IBF). Melalui pendekatan ini, informasi cuaca tidak hanya memuat prediksi kondisi atmosfer, tetapi juga potensi dampak yang dapat ditimbulkan.

“Kita bisa memprediksi petir akan terjadi di mana dan kapan akibat dari kondisi cuaca di sekitarnya,” ujarnya.

Mengacu pada laman resmi BMKG, sistem IBF juga dilengkapi rekomendasi langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh pemangku kepentingan dan masyarakat. Salah satu unsur utama dalam IBF adalah aspek risiko, yang merupakan irisan antara bahaya (hazard), keterpaparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability).

Prakiraan berbasis dampak ini dinilai penting untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi dan mendukung perencanaan kegiatan di berbagai sektor. Sistem IBF sekaligus menjadi bentuk komitmen BMKG dalam menerapkan pedoman internasional yang dikeluarkan World Meteorological Organization (WMO), UN Hyogo Framework for Action 2005–2015, serta UN Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030.

(Anisha Aprilia)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com