Internasional . 16/12/2025, 21:58 WIB

Eropa Siap Kirim Pasukan Multinasional ke Ukraina, Proposal Damai AS–Rusia Masuki Babak Krusial!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Sejumlah negara Eropa menyatakan kesiapan untuk mengerahkan pasukan multinasional ke Ukraina dalam waktu dekat.

Langkah ini menjadi bagian dari proposal besar Amerika Serikat dalam upaya mendorong kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina yang telah berperang lebih dari tiga tahun.

Mengutip laporan The Guardian, Selasa 16 Desember 2025, pernyataan tersebut disampaikan oleh para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, serta delapan negara Eropa lainnya.

Mereka sepakat membentuk apa yang disebut sebagai “koalisi negara-negara yang bersedia”, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Pasukan multinasional ini direncanakan memiliki beberapa tugas strategis, mulai dari membantu regenerasi kekuatan militer Ukraina, mengamankan wilayah udara Ukraina, hingga menjaga keamanan jalur laut.

Operasi tersebut bahkan memungkinkan dilakukan langsung di dalam wilayah Ukraina, sebuah langkah yang sebelumnya dianggap terlalu sensitif oleh banyak negara Barat.

Para pemimpin Eropa menyebut usulan ini sebagai bagian dari paket jaminan keamanan baru yang didukung Gedung Putih. Paket tersebut diyakini bisa menjadi terobosan signifikan dalam membuka jalan menuju perdamaian antara Moskow dan Kyiv, meskipun masih menyisakan perbedaan tajam soal status wilayah Ukraina yang saat ini diduduki Rusia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan intensif dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, para pemimpin Eropa, NATO, serta Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Kami melakukan pembicaraan yang sangat panjang dan sangat baik. Saya pikir sekarang kita lebih dekat dari sebelumnya untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Saat ditanya apakah ia berbicara langsung dengan Putin, Trump menjawab singkat, “Ya, sudah,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Namun, pernyataan Trump memicu kontroversi setelah ia menyiratkan bahwa Ukraina kemungkinan harus melepaskan sebagian wilayah timur Donbas yang masih dikuasai Kyiv sebagai bagian dari kompromi perdamaian.

“Sejujurnya, mereka sudah kehilangan wilayah itu,” ujar Trump, menandakan perubahan nada dibandingkan sikap keras Barat sebelumnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui bahwa pembicaraan dengan utusan khusus Trump tidak berjalan mudah, tetapi menghasilkan kemajuan nyata, terutama terkait jaminan keamanan jangka panjang.

“Masih ada perbedaan pandangan soal wilayah, dan dialognya sangat intens,” kata Zelensky kepada wartawan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com