Megawati Buka-bukaan Pengalaman Kelam di Lokasi Bencana saat Menjabat Wapres

news.fin.co.id - 18/12/2025, 18:31 WIB

Megawati Buka-bukaan Pengalaman Kelam di Lokasi Bencana saat Menjabat Wapres

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada periode 1999–2001. Foto: Anisha Aprilia

Intinya:

  1. Evaluasi Ketepatan Bantuan
  2. Urgensi Koordinasi Terpusat
  3. Instruksi Komunikasi Struktur Partai

Advertisement

Belajar dari pengalaman emosional saat menjabat Wakil Presiden, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritik pola distribusi bantuan bencana yang sering kali tidak tepat sasaran dan minim koordinasi. Megawati menyoroti ketimpangan bantuan, di mana stok logistik tertentu melimpah namun kebutuhan krusial bagi perempuan dan bayi justru terlupakan. Kini, ia menginstruksikan seluruh struktur partai untuk membangun sistem data bantuan berbasis kebutuhan riil di lapangan, guna memastikan negara dan organisasi hadir secara efektif melalui pemberian bantuan yang fungsional dan terkoordinasi bagi para pengungsi.

fin.co.id - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada periode 1999–2001. Ia mengenang masa ketika kerap turun langsung ke berbagai daerah terdampak bencana untuk melihat kondisi para pengungsi.

Megawati menuturkan, dari kunjungan-kunjungan tersebut ia dapat memahami kebutuhan nyata para korban bencana, yang sering kali tidak sesuai dengan bantuan yang datang.

"Jadi ini waktu saya Wapres, karena saya pergi ke mana-mana bencana segala macam, akhirnya saya melihat keperluannya itu apa. Karena ada di tempat yang enggak perlu dikasih, ada yang perlu tidak ada nah ini adalah saya buat dan dipakai oleh Ibu Risma waktu mensos. Supaya apa? Kelihatan sekali kalau yang namanya (kebutuhan)," kata Megawati di Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam salah satu kunjungannya, Megawati mengaku sempat mendapat luapan emosi dari para ibu pengungsi. Peristiwa tersebut terjadi karena banyak kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

Ia menilai, kondisi itu menjadi pelajaran penting tentang pentingnya memahami kebutuhan mendesak para korban, khususnya perempuan dan anak-anak.

"Katanya begini dulu loh kok kita nggak dianggap manusia ya Ibu saya toh kaget, semuanya itu ndak ada, popok ndak ada susu ndak ada, mie instan sak gudang," jelasnya.

Megawati juga menekankan pentingnya koordinasi dalam penyaluran bantuan kebencanaan. Menurutnya, bantuan tidak seharusnya dikirim tanpa perencanaan yang matang dan data kebutuhan yang jelas.

Advertisement

“Jadi ini kamu pegang kalau ada bantuan harus dilihat dikoordinasikan, mesti betul-betul ada tempat koordinatornya. Ini sekarang saya sebagai Ketum datang untuk mengatakan ndak bisa asal minta, asal minta tapi nggak tahu apa yang mau diadakan," imbuhnya.

Ia menambahkan, para ibu di lokasi bencana sering kali lebih memahami kebutuhan praktis sehari-hari. Salah satu contoh yang ia sebutkan adalah sarung, yang dinilai sangat fungsional karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari alas ibadah hingga kebutuhan darurat lainnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID