Viral . 18/12/2025, 15:32 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Rencana liburan bisa berubah menjadi mimpi buruk dalam hitungan detik. Itulah yang dialami rombongan wisatawan asal Jombang saat mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di jalur ekstrem Trenggalek. Insiden ini terjadi pada Rabu pagi, 27 Desember 2025 dan langsung menyita perhatian karena melibatkan jalur alternatif yang dikenal rawan kecelakaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pelancong yang kerap mengandalkan aplikasi navigasi tanpa memahami kondisi medan. Apalagi, jalur pegunungan di wilayah selatan Jawa Timur terkenal memiliki kontur tajam dan turunan panjang yang menguji kemampuan kendaraan maupun pengemudi.
Berdasarkan keterangan kepolisian, minibus Toyota Avanza tersebut membawa enam orang wisatawan. Rombongan ini berangkat dari Tulungagung dengan tujuan kawasan wisata Watulimo, Trenggalek. Dalam perjalanan, pengemudi memutuskan mengikuti arahan Google Maps yang mengarahkan ke jalur alternatif Apak Broto, Kecamatan Watulimo.
Masalahnya, jalur Apak Broto bukan rute biasa. Warga sekitar mengenal jalan ini sebagai jalur ekstrem dengan turunan curam dan minim pengaman. Sayangnya, pengemudi tidak mengetahui karakteristik jalan tersebut sebelum melintas.
Saat kendaraan memasuki turunan tajam, situasi berubah drastis. Rem mobil tiba-tiba tidak berfungsi. Dalam kondisi panik dan tanpa ruang cukup untuk mengendalikan laju kendaraan, Avanza tersebut akhirnya kehilangan kendali.
Detik-detik berikutnya menjadi momen paling menegangkan. Mobil meluncur tak terkendali lalu terjun ke jurang sedalam sekitar 30 meter. Benturan keras membuat kendaraan terbalik di dasar jurang.
Kondisi geografis lokasi kecelakaan menyulitkan akses. Jurang yang dalam dan medan terjal membuat proses penyelamatan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Namun, kabar baiknya, seluruh penumpang berhasil selamat dari insiden mengerikan ini.
Kecelakaan ini langsung mengundang perhatian warga sekitar. Mereka bersama petugas kepolisian bergerak cepat untuk melakukan evakuasi. Tanpa menunggu alat berat, sejumlah warga turun langsung ke jurang demi membantu para korban.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian. Petugas kepolisian bekerja sama dengan warga setempat mengevakuasi satu per satu penumpang dari dasar jurang. Kondisi medan yang licin dan curam membuat proses ini membutuhkan tenaga ekstra dan koordinasi yang baik.
Beruntung, hasil akhir evakuasi membawa kabar lega. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Seluruh penumpang hanya mengalami luka ringan, meski sempat mengalami syok akibat kejadian mendadak itu.
Setelah berhasil dievakuasi, petugas segera membawa para korban ke puskesmas terdekat. Tim medis langsung memberikan perawatan untuk memastikan kondisi mereka stabil dan tidak mengalami cedera serius.
Bagi masyarakat yang gemar bepergian ke destinasi wisata alam, peristiwa ini menyimpan pelajaran penting. Mengejar rute tercepat tidak selalu berarti rute teraman. Memahami kondisi jalan, bertanya kepada warga lokal, dan memastikan kendaraan layak jalan menjadi langkah krusial sebelum memulai perjalanan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media