Megapolitan . 18/12/2025, 08:42 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan sebanyak 2.154 personel gabungan untuk mengamankan sekaligus memberikan pelayanan dalam aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Nelayan Indonesia bersama sejumlah elemen massa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan sikap profesional dan pendekatan persuasif kepada para peserta aksi.
"Kami siap melayani para pengunjuk rasa dan mengedepankan profesionalisme serta sikap persuasif di lapangan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, ribuan personel tersebut merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga polsek jajaran. Seluruh anggota pengamanan ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di area Monas dan sekitarnya.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengurai kemungkinan kemacetan lalu lintas akibat aksi unjuk rasa.
Susatyo juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa menimbulkan tindakan anarkis.
"Sampaikan pendapat dengan santun, tidak merusak fasilitas umum, tidak membakar ban bekas, tidak melawan petugas keamanan, dan taat pada aturan yang berlaku," ujarnya.
Ia menegaskan seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan tetap mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas.
Selain itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat serta pengguna jalan untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya demi meminimalkan kepadatan arus lalu lintas. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila terjadi peningkatan jumlah massa atau muncul gangguan keamanan.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Nelayan Indonesia menyampaikan rencana menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis mulai pukul 09.00 WIB. Dalam aksi tersebut, massa menuntut pemerintah meninjau ulang rencana naturalisasi kapal asing yang dinilai berdampak negatif, serta menyuarakan keberatan terhadap kebijakan penangkapan ikan terukur dan sejumlah isu lainnya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media