Nasional . 19/12/2025, 17:24 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menanggapi aksi pengibaran bendera putih yang dilakukan oleh sejumlah warga di Aceh. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan ekspresi aspirasi masyarakat dalam merespons kondisi bencana yang tengah dihadapi.
“Mengenai pengibaran bendera putih ya, Jadi inilah menurut kami wujud aspirasi warga dalam menghadapi situasi bencana yang dialami,” ujar Tito dalam konferensi pers, Jumat, 19 Desember 2025.
Mantan Kapolri itu menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap suara publik. Ia memastikan setiap kritik, masukan, dan sikap masyarakat menjadi perhatian dalam upaya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah.
“Kami mendengar, pemerintah mendengar, memahami berbagai kritik masukan dan sikap masyarakat dan upaya pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana di Sumatera,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan penanganan banjir bandang di Pulau Sumatera masih belum optimal.
“Dengan segala kerendahan hati kami minta maaf ya bila ada kekurangan yang ada,” kata Tito.
Ia mengakui, kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintah di lapangan. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki kinerja dan mengatasi berbagai hambatan.
“Namun sebagai pemerintah Indonesia kami berkewajiban untuk terus bekerja mengatasi berbagai kendala, memperbaiki kinerja, dan secepatnya memenuhi kebutuhan darurat saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” imbuhnya.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media