Nasional . 19/12/2025, 20:09 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan, hingga saat ini sebanyak 36.636 prajurit telah dikerahkan untuk menangani bencana banjir bandang di wilayah Sumatera. Agus menyebut pihaknya akan menambah jumlah personel TNI, yang nantinya akan difokuskan pada tahap rehabilitasi.
"Saya laporkan pelibatan personel TNI yg sudah existing sekarang jumlah 36.636 orang dan akan ada penambahan personil, yaitu dalam tahap rekonstruksi, rehabilitasi nanti dari Batalyon Zeni dan Yon TP dan Nakes," ujarnya dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdana Kusuma, Jumat, 19 Desember 2025.
Tambahan personel ini akan membantu berbagai pekerjaan lapangan, mulai dari pemasangan jembatan hingga pemulihan permukiman warga.
"Yaitu akan membantu pemasangan jembatan bailey, kemudian pembuatan perumahan sementara dan perumahan tetap, kemudian pembersihan lumpur dan kayu, kemudian normalisasi jalan, dan melanjutkan distribusi logistik," jelas Agus.
Saat ini, telah disiapkan 32 jembatan bailey di tiga provinsi. Di Aceh, 18 jembatan bailey telah tersedia, dengan 7 unit sedang tahap pemasangan. Beberapa jembatan sudah 100% terpasang dan dimanfaatkan masyarakat, seperti Jembatan Tapen Mane Juli. Sementara jembatan lainnya masih dalam tahap pemasangan atau penyiapan.
Di Sumatera Utara, 3 jembatan bailey sudah terpasang penuh, yakni Jembatan Anggoli Sibangun, sementara Jembatan Garoga Tapsel dan Jembatan Hamparan Perak masih dalam tahap pemasangan.
Di Sumatera Barat, terdapat 11 jembatan bailey, dengan 4 unit dalam tahap pemasangan dan beberapa jembatan seperti Jembatan Sikabau Pasaman Barat dan Jembatan Padang Mentuang sudah bisa dilalui masyarakat. Tujuh unit lainnya masih dalam tahap persiapan.
Dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, TNI juga mendistribusikan hasil bumi dari daerah terdampak. Agus menyebut hasil pertanian berupa sayur-mayur dan cabai dari Bener Meriah telah diangkut ke Medan dan Lanud Halim Perdanakusuma dengan total mencapai 52 ton.
“Evakuasi medis warga tetap dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media