Nasional . 22/12/2025, 20:43 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ia menilai, membangun ulang di lokasi rawan justru akan menciptakan siklus bencana yang tak pernah putus, sekaligus membebani anggaran negara dalam jangka panjang.
Berdasarkan data sementara pemerintah, lebih dari 140.000 rumah mengalami kerusakan akibat banjir besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Tingkat kerusakannya pun beragam, mulai dari:
Rusak ringan
Rusak sedang
Rusak berat
Hingga hilang atau hanyut
AHY menyebut, penanganan setiap kategori kerusakan tentu membutuhkan pendekatan dan anggaran yang berbeda.
“Tentunya perbaikan kerusakan ringan tidak sama dengan kerusakan berat, apalagi membangun baru,” ucapnya.
Pemerintah juga telah menyusun estimasi awal kebutuhan anggaran untuk penanganan kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir di tiga provinsi tersebut. Total anggaran diperkirakan mencapai Rp 51 triliun.
“Pekerjaan utama infrastruktur itu baru bisa dilakukan di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata AHY.
Rinciannya, Aceh menjadi wilayah dengan alokasi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp 26 triliun, mengingat tingkat kerusakan yang paling parah. Sementara itu:
Sumatera Utara: sekitar Rp 13 triliun
Sumatera Barat: sekitar Rp 13 triliun
“Mengapa? Karena memang Aceh yang paling berat terdampak,” jelas AHY.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media