Nasional . 22/12/2025, 20:43 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Namun, AHY mengingatkan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan lanjutan di lapangan.
“Yang perlu kita pastikan nanti akan ada perencanaan sesuai dengan prioritas, satu tahun ke depan, dua tahun ke depan seperti apa,” katanya.
Dalam waktu dekat, pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur yang bersifat vital, salah satunya jalur darat penghubung Sumatera Barat dan Riau.
AHY menyoroti Jalur Lembah Anai sebagai titik krusial karena menjadi nadi transportasi yang menghubungkan Padang, Padang Panjang, Payakumbuh, Tanah Datar, hingga Lima Puluh Kota.
“Jalur itu putus total, padahal itu jantungnya. Sekarang sudah jauh lebih baik, tetapi tentu belum permanen. Nah inilah yang perlu kita perkuat terus dalam waktu-waktu ke depan,” ujarnya.
Penguatan jalur ini dinilai sangat penting untuk mendukung pemulihan ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.
Ke depan, pemerintah berharap evaluasi tata ruang tidak hanya menjadi respons sesaat akibat bencana, tetapi benar-benar menjadi langkah korektif jangka panjang.
Dengan penataan ruang yang disiplin, penegakan hukum yang tegas, serta relokasi warga ke kawasan aman, risiko bencana serupa diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media