Ekonomi . 22/12/2025, 07:19 WIB

seedbacklink Summit 2026: Strategi Marketing Masa Depan Terbongkar, Kamu Sudah Siap?

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Dunia pemasaran digital Indonesia baru saja menyaksikan momen bersejarah! Pada Sabtu, 20 Desember 2025, Jakarta menjadi saksi suksesnya perhelatan seedbacklink Summit 2026: Marketing & Communication Outlook 2026. Event akbar ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, melainkan forum strategis yang mempertemukan para elit industri, mulai dari pemilik merek, praktisi komunikasi, hingga kreator papan atas untuk membedah arah tren pemasaran tahun 2026. Kalau kamu pelaku usaha yang tidak ingin tertinggal kereta, informasi dari summit ini wajib banget kamu lahap habis!

Persaingan bisnis di tahun 2026 diprediksi bakal makin liar dengan teknologi martech yang kian canggih. seedbacklink sebagai pionir platform marketing technology asal Indonesia, mencoba menjawab keresahan para marketer melalui inovasi yang memangkas beban administratif. Bayangkan, sekarang kamu bisa lebih fokus pada kreativitas tanpa harus pusing dengan urusan publikasi yang ribet. Yuk, kita intip apa saja poin penting yang bakal mengubah cara kamu berbisnis tahun depan!

Ekspansi Regional dan Inovasi Inventory Tanpa Batas

CEO seedbacklink, Ahmad Desrayen atau yang akrab disapa Ayen, membawa kabar yang bikin kompetitor ketar-ketir. seedbacklink secara resmi mengumumkan ekspansi pasar ke Malaysia! Langkah regional ini bertujuan membantu brand lokal Indonesia untuk menjangkau audiens lintas negara di Asia Tenggara dengan lebih mudah. Kamu tidak perlu lagi bingung mencari koneksi media di luar negeri karena ekosistemnya sudah tersedia dalam satu pintu.

Tidak hanya itu, menyongsong 2026, platform ini bakal menambah koleksi inventory besar-besaran. Marketer nantinya bisa mengakses lebih banyak media niche dan homeless media yang punya pengikut militan. Kabar paling serunya, kamu sekarang bisa melakukan brand review dengan lebih presisi melalui akses inventory KOL yang sudah dikurasi ketat. Kerja sama dengan pemengaruh digital bukan lagi soal tebak-tebakan, tapi soal efisiensi dan hasil yang nyata!

AI vs Google: Siapa Pemenang di Tahun 2026?

Salah satu sesi yang paling mencuri perhatian adalah pembahasan dari Bima Marzuki, pakar strategi PR dan brand storytelling. Banyak orang takut AI bakal menggantikan Google, tapi Bima punya perspektif yang menenangkan sekaligus mencerahkan. Menurutnya, AI dan Google punya fungsi yang berbeda dan justru saling melengkapi. AI sangat kuat dalam mendukung complex creation, sementara Google tetap menjadi raja untuk urusan discovery dan navigasi.

“AI tidak menciptakan konteks dari nol. Ia membaca apa yang sudah dibangun brand di ekosistem digital,” ungkap Bima. Artinya, kamu tetap harus memperkuat fondasi SEO dan PR agar kredibilitas brand kamu terekam dengan baik oleh sistem AI. Tanpa publikasi yang tepat dan terukur, pesan merekmu tidak akan terbaca secara konsisten oleh mesin pintar tersebut. Jadi, jangan abaikan konten berkualitas di website ya!

Kolaborasi KOL dan Brand: Data Adalah Segalanya

Panel diskusi pertama yang menghadirkan Amritsa Raje dan Rizky Permata Najatafani dari KOL.ID mengungkap fakta bahwa era "asal terkenal" sudah berakhir. Di tahun 2026, kolaborasi dengan kreator konten harus berbasis data performa dan pemetaan niche yang tajam. Brand tidak boleh lagi hanya melihat jumlah pengikut, tapi harus memperhatikan engagement rate dan kesesuaian persona.

Amritsa Raje menekankan pentingnya kejujuran dalam membuat konten. Audien sekarang makin pintar mendeteksi mana konten yang tulus dan mana yang hanya jualan. Sementara itu, Rizky Permata menyoroti bahwa ekosistem KOL tahun 2026 akan bergerak ke arah yang lebih data-driven. Keputusan strategis brand harus berdasarkan angka-angka yang terukur agar ROI (Return on Investment) tidak zonk.

Mindset Business Owner: Antara Short-Form dan Long-Form

Pada sesi penutup, Leonard Hartono dari The Overpost memberikan analogi menarik tentang format konten. Menurutnya, konten short-form itu ibarat dikenalkan oleh teman, tapi konten long-form itu seperti duduk bareng sambil ngopi. Kepercayaan (trust) dan nilai (value) sebuah produk justru lebih banyak terbangun dari konten yang mendalam dan berdurasi panjang.

Keberhasilan strategi pemasaran kamu bukan cuma urusan agensi atau alat (tools) yang canggih, tapi juga bergantung pada mindset pemilik bisnis. Kamu harus paham cara kerja ROI dan tidak sekadar mengejar jumlah publikasi yang banyak tanpa dampak nyata. Tahun 2026 adalah tahun di mana kualitas, relevansi audiens, dan pemanfaatan teknologi secara tepat akan menentukan siapa yang bertahan di puncak industri.

Forum seedbacklink Summit 2026 ini benar-benar membuka mata kita bahwa efisiensi adalah kunci. Sudah siapkah brand kamu bertarung dengan strategi berbasis data dan kepercayaan di tahun depan? Jangan sampai kamu cuma jadi penonton saat kompetitor makin melesat! (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com