Nasional . 23/12/2025, 10:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan penurunan harga tiket pesawat hingga 14 persen untuk kelas ekonomi guna menyambut periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan kabar tersebut saat meninjau kesiapan transportasi udara di Bandara Soekarno-Hatta, Senin 22 Desember 2025.
"Pemerintah menghadirkan kebijakan untuk menurunkan biaya penerbangan hingga 14 persen untuk tiket ekonomi pada periode 22 Desember - 10 Januari 2026," jelas AHY.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus liburan yang diprediksi terjadi pada 20-21 Desember 2025 untuk arus Natal, serta 28-29 Desember 2025 untuk arus Tahun Baru.
"Diperkirakan ada tanggal-tanggal yang akan menjadi peak season. Kita harapkan dengan kebijakkan seperti ini menambha jumlah perjalanan, menambah jumlah penerbangan dan masyarakat bisa mendapatkan kenyamanan sekaligus harga tiket yg lebih terjangkau," tuturnya.
Dalam kunjungannya tersebut, AHY juga memberikan apresiasi terhadap transformasi Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta yang kini tampil lebih modern. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mengembangkan sentral transportasi udara nasional.
"Ini menunjukkan bahwa kita ingin terus membuat bandara internasional Soekarno-Hatta juga sebetulnya semangat yang sama untuk bandara lain di Indonesia sebagai sentra transportasi udara yang semakin maju dan berkelas dunia," kata AHY.
Terkait aspek operasional, AHY menilai kesiapan pelayanan di Bandara Soetta sudah berjalan sangat baik, termasuk tingkat ketepatan waktu penerbangan.
"Tadi saya bertanya tentang On time Performences (OTP) waktu dari penerbangan kita sudah di atas 90 persen tapi mudah-mudahan semakin baik dari waktu ke waktu," imbuhnya.
Menutup keterangannya, Menko IPK mengingatkan para pelaku perjalanan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun. Ia berharap peningkatan mobilitas masyarakat ini membawa dampak berganda bagi perekonomian nasional.
"Kita berharap dengan semakin banyaknya masyarajat yanf melakukan perjalanan, maka juga akan meningkatkan ekonomi. Baik di sektor pariwisata, ekonomi, para pelaku UMKM, semua akan merasakan dampak yang positif jika perjalanan di masa nataru ini semakin meningkat," pungkas AHY. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media