Nasional . 23/12/2025, 18:06 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 resmi dirilis dan langsung menarik perhatian publik. Data terbaru menunjukkan adanya variasi capaian rata-rata nilai antarmata pelajaran dalam skala nasional, mencerminkan perbedaan karakteristik kompetensi, tingkat kesulitan soal, hingga minat peserta didik.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa mata pelajaran Antropologi mencatatkan nilai rata-rata tertinggi secara nasional, yakni sekitar 70,4.
“Capaian rata-rata menunjukkan variasi antarmata pelajaran yang mencerminkan perbedaan karakteristik kompetensi, tingkat kesulitan, dan pilihan murid. Rerata tertinggi tercatat pada Antropologi dengan rata-rata sekitar 70,4,” ujar Toni dalam Taklimat Media TKA di Kantor Kemendikdasmen.
Selain Antropologi, sejumlah mata pelajaran lain juga mencatatkan capaian nilai yang relatif tinggi secara nasional.
Toni menyebutkan, hasil ini menunjukkan penguasaan kompetensi murid yang cukup kuat pada bidang-bidang tertentu.
Berikut mata pelajaran dengan nilai rata-rata tertinggi pada TKA 2025:
Antropologi: sekitar 70,4
Geografi: sekitar 70,3
Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut: sekitar 68
Bahasa Arab: di atas 64
Sejarah : di atas 64
“Capaian ini menunjukkan penguasaan kompetensi yang relatif kuat pada mata pelajaran yang dimaksud,” kata Toni.
Toni menegaskan bahwa hasil TKA tidak digunakan untuk me-ranking sekolah atau membandingkan daerah secara sederhana. Menurutnya, data TKA justru menjadi bahan refleksi nasional untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
“Hasil TKA ini menjadi titik awal, bukan titik akhir. Temuan-temuan dalam TKA akan digunakan untuk memperkuat arah pembelajaran ke dalam, kemudian penyempurnaan kurikulum, dan peningkatan kualitas proses belajar mengajar serta guru,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa TKA dirancang sebagai cerminan bersama terhadap kebutuhan riil pembelajaran di kelas, bukan sekadar alat evaluasi berbasis angka.
“Penting kami tegaskan sejak awal bahwa hasil TKA ini bukan untuk me-ranking sekolah, apalagi membandingkan daerah secara sederhana,” tegas Toni.
Dalam kesempatan yang sama, Toni juga menjelaskan bahwa pengolahan nilai TKA 2025 menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), yang dinilai lebih adil dan informatif dibandingkan metode konvensional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media