Nasional . 24/12/2025, 19:16 WIB

Jangan Hanya Patok Umur! Ini Usia Ideal Anak Masuk Sekolah Formal Menurut IDAI

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Hari pertama sekolah kerap menjadi momen yang penuh harap, baik bagi anak maupun orang tua. Seragam baru, sepatu mengilap, hingga tas sekolah kerap menjadi simbol dimulainya fase baru dalam kehidupan anak.

Namun di balik semua persiapan itu, muncul satu pertanyaan penting yang sering membuat orang tua galau, pada usia berapa anak sebenarnya siap masuk sekolah formal?

Tak sedikit orang tua beranggapan bahwa kesiapan sekolah cukup ditentukan oleh usia. Padahal, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kesiapan sekolah adalah bagian dari milestone tumbuh kembang anak yang melibatkan aspek fisik, emosional, sosial, hingga kemampuan kognitif. Artinya, umur saja tidak cukup menjadi patokan utama.

Lalu, kapan sebenarnya anak dianggap siap untuk menempuh pendidikan formal?

Di Indonesia, ketentuan usia masuk Sekolah Dasar (SD) telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Anak diprioritaskan masuk SD jika telah berusia 7 tahun, atau minimal 6 tahun pada 1 Juli di tahun berjalan.

Selain itu, terdapat pengecualian bagi anak dengan kecerdasan atau bakat istimewa. Anak usia minimal 5 tahun 6 bulan masih dimungkinkan masuk SD, asalkan memiliki kesiapan psikis yang dibuktikan melalui surat rekomendasi dari psikolog atau tenaga profesional.

Jika dibandingkan dengan negara lain, kebijakan usia masuk sekolah memang beragam. Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru memulai pendidikan formal sejak usia 5 tahun. Indonesia sendiri berada di posisi tengah, yakni di rentang usia 6–7 tahun.

Meski demikian, menurut IDAI, kebijakan usia hanyalah batas administratif, bukan jaminan kesiapan anak secara menyeluruh.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Dr. dr. Hesti Lestari, Sp.A, Subsp. TKPS(K), menegaskan bahwa kesiapan sekolah adalah tonggak penting dalam tumbuh kembang anak.

“Kesiapan sekolah itu adalah tahap di mana anak siap beralih dari lingkungan rumah ke sekolah dan mampu terlibat dalam pengalaman belajar secara optimal,” ujar Dr. Hesti dalam diskusi media virtual.

Ia menekankan bahwa tumbuh kembang anak bersifat berkelanjutan, sejak bayi hingga remaja. Karena itu, kesiapan sekolah tidak muncul secara instan hanya karena anak telah mencapai usia tertentu.

Secara neurologis, kesiapan sekolah berkaitan erat dengan perkembangan otak, khususnya korteks frontal yang berperan dalam fungsi eksekutif seperti:

  • Mengontrol emosi

  • Mengatur perilaku

  • Memusatkan perhatian

  • Mengambil keputusan

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com