Internasional . 26/12/2025, 17:59 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pernyataan Zelensky muncul di tengah serangan drone Rusia yang terjadi sepanjang malam hingga pagi Hari Natal. Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan sedikitnya 131 drone ke berbagai wilayah Ukraina.
Dari jumlah tersebut, 22 drone berhasil menghantam 15 lokasi berbeda, sementara 106 drone lainnya berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina.
Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, serangan Rusia menewaskan setidaknya satu orang dan melukai 14 warga sipil, sebagaimana dilaporkan ABC News.
Beberapa infrastruktur sipil dan jaringan energi juga mengalami kerusakan, memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Tak tinggal diam, Ukraina juga melancarkan serangan balasan dalam skala besar. Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 387 drone Ukraina dalam periode waktu yang sama, menjadikannya serangan drone terbesar yang pernah dilaporkan sejak perang dimulai.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa lebih dari selusin drone Ukraina terdeteksi dan dijatuhkan di wilayah Moskwa dan sekitarnya. Kremlin menilai serangan tersebut sebagai eskalasi serius yang memperpanjang konflik.
Pihak Rusia menyatakan bahwa intensitas serangan Ukraina menunjukkan konflik telah memasuki fase yang semakin berbahaya dan sulit dikendalikan.
Pernyataan Zelensky soal keinginan kematian Putin langsung menuai reaksi keras dari Kremlin. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut ucapan Presiden Ukraina tersebut sebagai pernyataan yang “tidak berbudaya dan penuh kepahitan.”
“Pernyataan seperti itu datang dari seseorang yang tampaknya tidak waras dan tidak mampu membuat keputusan rasional,” ujar Peskov, seperti dikutip media Rusia.
Kremlin juga menuding Zelensky terus memprovokasi ketegangan alih-alih membuka jalan dialog yang konstruktif.
Ironisnya, pesan Natal Zelensky dan eskalasi serangan drone ini terjadi tak lama setelah Presiden Ukraina mempresentasikan rencana perdamaian baru berisi 20 poin yang bertujuan mengakhiri perang.
Namun, Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia kembali menolak seruan gencatan senjata, bahkan pada hari besar keagamaan seperti Natal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media