Nasional . 31/12/2025, 10:00 WIB

Bupati Aceh Utara Kecewa Prabowo: Banjir Lebih Parah dari Tsunami 2004, Tapi Pusat Tutup Mata

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id – Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, terhadap lambatnya respons Pemerintah Pusat dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda wilayahnya.

Ismail bahkan menyebut dampak kerusakan kali ini jauh lebih masif dibandingkan tragedi tsunami Aceh 2004 silam

​Kritik pedas ini disampaikan Ismail dalam Rapat Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR di Aceh pada Selasa, 30 Desember 2025.

Ia merasa wilayahnya dianaktirikan oleh Jakarta karena minimnya bantuan dan kehadiran pejabat negara.

​"Bencana di Aceh Utara lebih dari tsunami karena dari hulu sampai ke hilir. Rumah masyarakat semua hanyut," tegas Ismail di hadapan forum.

​​Ismail juga mempertanyakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya. Ia merasa heran mengapa wilayah lain di Aceh terus disambangi, sementara Aceh Utara seolah terlupakan.

​"Mungkin di Aceh Utara selama ini Pak Presiden selalu ke Tamiang dan Takengon Aceh Tengah dan juga hadir di Pidie Jaya. Termasuk Wapres. Tapi di Aceh Utara kayaknya kemana saya rasa apa (Prabowo) nggak tahu ada banjir," keluhnya.

​Ia menduga, faktor "viral" menjadi alasan mengapa pemerintah pusat seolah tidak menganggap serius bencana di daerahnya. Lumpuhnya jaringan komunikasi saat banjir membuat kondisi darurat di Aceh Utara tidak terangkat ke publik melalui media sosial.

​"Tapi pusat kayaknya tutup mata akibat kami tidak ada sinyal hp dan mati lampu maka tidak viral mungkin itu alasan tidak hadir," sambungnya.

​Ismail memaparkan data memilukan bahwa dari 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 di antaranya terdampak parah hingga kehilangan sinyal telekomunikasi.

Akibatnya, bantuan logistik sangat sulit disalurkan ke titik-titik terisolir.

​"Di aceh utara dari 27 kecamatan dan 25 kecamatan terdampak dan sinyal hp mati. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut," urainya.

​Suasana mencekam digambarkan saat warga hanya bisa pasrah melihat harta benda hingga nyawa terseret arus dari atas atap rumah mereka.

​"Kemudian bagaimana sarana ibadah hanyut. Kemudian manusianya hanyut dibawa arus kami hanya bisa melihat di atap atap," tambah Ismail.

​Saking putus asanya melihat kondisi rakyat yang terisolasi tanpa makanan, Ismail mengaku sampai meneteskan air mata saat memohon bantuan armada udara kepada pemerintah pusat.

​"Tapi kami tidak bisa memviralkan maka pejabat-pejabat dari pusat mohon maaf saya pernah menangis minta pesawat untuk mengirim logistik ke tempat terisolir," ungkapnya menutup pernyataan.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Aceh Utara masih menantikan langkah nyata dari Pemerintah Pusat untuk percepatan pemulihan pascabencana yang telah melumpuhkan hampir seluruh wilayah kabupaten tersebut. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com