Nasional . 01/01/2026, 14:46 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menangani dampak bencana yang melanda wilayah Sumatera. Meski belum ditetapkan sebagai bencana nasional, penanganan serius terus dilakukan oleh pemerintah.
Penjelasan ini disampaikan Presiden dalam rapat terbatas yang memantau progres pembangunan 600 unit hunian. Melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (tanggal tidak spesifik dalam artikel asli), beliau menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Keputusan untuk tidak menetapkan status bencana nasional didasarkan pada pertimbangan kemampuan negara. Menurut Presiden, dengan 38 provinsi yang ada, penanganan dampak bencana di tiga provinsi (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) masih dalam jangkauan kemampuan negara.
"Jika kita, sebagai negara, mampu menghadapi dampak di tiga provinsi ini, maka belum perlu untuk menyatakan bencana nasional," ujar Presiden Prabowo, menggarisbawahi bahwa ini bukan berarti meremehkan situasi.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menganggap remeh dampak bencana tersebut. Keterlibatan langsung sejumlah menteri kabinet menjadi bukti nyata keseriusan penanganan di lapangan.
Saat ini, tercatat setidaknya sepuluh menteri tengah berada di Aceh untuk turut serta dalam upaya penanganan bencana. Dua menteri lainnya bertugas di Aceh Utara, sementara menteri-menteri lainnya juga menyebar di provinsi terdampak lainnya.
"Ini bukan berarti kami tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Faktanya, dari seluruh kabinet, hari ini banyak menteri yang berada di lokasi terdampak," jelasnya merinci.
Pemerintah, lanjut Presiden, bekerja maksimal dalam penanganan pascabencana. Anggaran yang cukup besar telah disiapkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang timbul akibat bencana tersebut.
"Kami memandang ini sangat serius dan akan mengerahkan segala upaya untuk membantu. Anggaran yang cukup besar telah kami siapkan untuk mengatasi masalah ini," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meninjau secara langsung struktur dan fasilitas hunian yang dibangun oleh BPI Danantara, yang dikenal sebagai Rumah Hunian Danantara. Peninjauan dilakukan di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, pada hari Kamis.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi bangunan dan kelengkapan fasilitas yang telah disiapkan bagi warga yang terdampak bencana.
Sebelum melakukan peninjauan, Presiden sempat berinteraksi dan menyapa masyarakat yang telah menanti kedatangannya.
Didampingi oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, Presiden kemudian meninjau unit-unit hunian yang pembangunannya telah dimulai sejak 24 Desember 2025.
Selama peninjauan, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan paparan detail mengenai progres pembangunan hunian tersebut kepada Presiden.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media