Nasional . 02/01/2026, 19:38 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Kelompok tersebut diketahui lebih rentan mengalami komplikasi, termasuk gangguan pembuluh darah dan peningkatan risiko serangan jantung saat terinfeksi influenza berat.
Karena itu, pengawasan kesehatan dan pencegahan dini menjadi kunci utama.
Para ahli menekankan bahwa vaksin influenza tetap menjadi perlindungan terbaik untuk mengurangi risiko komplikasi berat akibat super flu.
Profesor sekaligus Kepala Penyakit Menular di Universitas Buffalo, New York, Thomas Russo, M.D., menyampaikan bahwa vaksin tidak hanya mencegah infeksi, tetapi juga menekan dampak terburuknya.
“Vaksin ini dapat mengurangi kemungkinan Anda dirawat di rumah sakit dan mengalami dampak buruk,” kata dr Russo.
Meski vaksin tidak selalu mencegah infeksi sepenuhnya, tingkat keparahan penyakit bisa jauh lebih ringan bagi mereka yang sudah divaksin.
Selain vaksinasi, masyarakat juga disarankan tetap menerapkan kebiasaan pencegahan sederhana namun efektif, terutama di awal tahun yang biasanya diwarnai mobilitas tinggi.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
Menggunakan masker di tempat ramai dan ruang tertutup
Mencuci tangan secara rutin dengan sabun
Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat dan gizi seimbang
Dr Russo menambahkan, masker di ruang publik tertutup masih relevan untuk menekan risiko penularan, terutama bagi kelompok rentan.
Kemenkes menegaskan bahwa situasi super flu di Indonesia masih dalam tahap pemantauan dan belum menunjukkan lonjakan kasus berat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengenali gejala sejak dini, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika kondisi memburuk.
Dengan kombinasi edukasi, vaksinasi, dan perilaku hidup bersih, risiko penyebaran super flu dapat ditekan tanpa perlu kepanikan berlebihan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media