Internasional . 02/01/2026, 09:30 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Tragedi berdarah mewarnai perayaan malam Tahun Baru di wilayah Kherson. Sebanyak tiga pesawat nirawak (drone) dilaporkan menghantam sebuah kafe dan hotel yang tengah dipadati warga sipil, mengakibatkan sedikitnya 24 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka.
Gubernur wilayah Kherson yang ditunjuk Rusia, Vladimir Saldo, mengonfirmasi bahwa serangan mematikan itu terjadi hampir tepat pada saat pergantian tahun, Kamis 1 Januari 2026.
"Malam ini, musuh [Ukraina] melakukan serangan drone terarah ke tempat warga sipil merayakan Tahun Baru. Tiga drone menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly," ujar Saldo dalam keterangannya.
Saldo mengungkapkan kondisi di lokasi kejadian sangat memprihatinkan. Hingga saat ini, tim medis masih terus berupaya melakukan penanganan darurat terhadap para korban.
"Data sementara: lebih dari 50 orang terluka, 24 tewas. Kami masih mengklarifikasi jumlahnya. Banyak yang terbakar hidup-hidup. Seorang anak tewas," tambahnya.
Kecaman dari Parlemen Rusia
Serangan yang menyasar warga sipil di tengah suasana liburan ini memicu reaksi keras dari Moskow. Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matvienko, mendesak komunitas internasional untuk segera memberikan kecaman.
Menurut Matvienko, militer Ukraina diduga kuat mengetahui adanya keberadaan anak-anak dan warga sipil di lokasi tersebut, namun tetap melancarkan serangan secara sengaja.
Ia menegaskan tidak ada pembenaran atas serangan terhadap warga sipil, terlebih pada malam perayaan Tahun Baru.
Status Wilayah Kherson
Kherson sendiri merupakan salah satu dari empat wilayah Ukraina—bersama Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhzhia—yang dianeksasi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 30 September 2022. Meski demikian, wilayah ini masih menjadi titik panas konflik bersenjata yang berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan serangan drone di wilayah pesisir Laut Hitam tersebut. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media