Internasional . 03/01/2026, 19:26 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim, militer AS telah melancarkan operasi militer terhadap Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026 waktu setempat. Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya berhasil ditangkap dalam operasi tersebut.
“Amerika Serikat berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya, dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social, Sabtu, 3 Januari 2026.
Trump menambahkan, informasi lebih rinci terkait operasi tersebut akan disampaikan secara resmi kepada publik.
"Detail selanjutnya akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11.00 di Mar-a-Lago," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, militer AS diduga melakukan serangan terhadap sejumlah instalasi militer dan fasilitas sipil di Venezuela, khususnya di ibu kota Caracas.
Sedikitnya tujuh kali ledakan dilaporkan terdengar pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Warga setempat juga melaporkan suara pesawat tempur yang terbang rendah di atas kota. Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung dari beberapa titik berbeda di Caracas.
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi menanggapi tudingan dari pihak Venezuela terkait serangan tersebut.
Namun demikian, sejumlah media besar AS seperti CBS News dan Fox News melaporkan bahwa beberapa pejabat pemerintah AS yang tidak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi keterlibatan militer Amerika Serikat dalam rangkaian serangan di ibu kota Venezuela.
Sebelumnya, saksi mata di Caracas juga mengaku melihat asap hitam pekat mengepul dari kawasan fasilitas militer Fortuna, disertai suara jet tempur yang melintas rendah di wilayah tersebut.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media