Megapolitan . 05/01/2026, 21:30 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, serta kawasan Senayan, Jakarta Pusat, akan mulai dilakukan dalam waktu dekat.
Pramono menyebut, proses pembongkaran direncanakan berjalan pada pekan ketiga Januari 2026. Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya proyek Monorel Jakarta yang terbengkalai sejak 2007.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri di sejumlah kawasan strategis Jakarta itu telah dibiarkan tanpa fungsi hampir dua dekade. Selain dinilai mengganggu keindahan kota, keberadaannya juga mempersempit ruas jalan dan memperparah kepadatan lalu lintas di Rasuna Said maupun Senayan.
"Minggu ketiga Januari mulai," tegas Pramono saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Pemprov DKI sebelumnya telah melayangkan surat resmi kepada PT Adhi Karya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Dalam surat itu, pemerintah memberikan batas waktu satu bulan agar pembongkaran dilakukan oleh pihak perusahaan.
Namun, hingga tenggat yang ditentukan terlewati, tidak ada langkah konkret yang dilakukan oleh PT Adhi Karya.
"Kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu satu bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri," ujar Pramono.
Sebelumnya, Pramono juga menyampaikan bahwa pembongkaran tiang monorel tersebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski demikian, ia belum merinci besaran dana yang disiapkan untuk proyek tersebut.
"(Anggarannya) tanyakan kepada Dinas Bina Marga ya," kata Pramono yang akrab disapa Mas Pram.
Usai pembongkaran rampung, Pemprov DKI berencana melakukan penataan ulang kawasan Rasuna Said. Salah satu fokus utamanya adalah pelebaran jalan guna mengurangi kemacetan di salah satu koridor tersibuk di Jakarta.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media