Megapolitan . 05/01/2026, 13:55 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan hingga saat ini belum ada laporan kasus Super Flu di wilayah Ibu Kota. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah, terutama karena aktivitas warga yang tinggi serta kondisi cuaca yang telah memasuki musim hujan.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menekankan pentingnya kewaspadaan dini untuk mencegah potensi penularan penyakit tersebut.
"Saat ini masih belum ditemukan kasus SuperFlu di Provinsi DKI Jakarta," kata Ani pada Senin, 5 Januari 2025.
Ani menjelaskan, merujuk data Kementerian Kesehatan, Super Flu telah terdeteksi di delapan provinsi sejak 25 Agustus 2025. Daerah yang melaporkan kasus tersebut meliputi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sebagai langkah antisipasi agar virus tidak masuk ke Jakarta, Dinkes DKI secara aktif menjalankan pemantauan melalui sistem sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Pemantauan ini dilakukan di lima puskesmas pada setiap kota administrasi serta satu rumah sakit rujukan.
"Untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," jelasnya.
Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di DKI Jakarta telah diberikan informasi terkait kewaspadaan terhadap Super Flu, termasuk pengenalan gejala dan tanda-tanda penyakit agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dinkes DKI juga mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan. Langkah-langkah yang dianjurkan antara lain rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk, serta menghindari kebiasaan menyentuh wajah.
Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi gizi seimbang, minum air putih sekitar dua liter per hari, beristirahat cukup, dan berolahraga secara teratur. Apabila keluhan kesehatan tidak membaik, warga disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala pneumonia dan pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, hingga kadar saturasi oksigen di bawah 92 persen. Jika tanda-tanda tersebut muncul, penanganan medis harus segera dilakukan.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media