Nasional . 05/01/2026, 18:16 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Hasil Tes Potensi Akademik (TKA) 2026 yang diumumkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memicu perhatian luas publik.
Pasalnya, nilai rata-rata siswa di berbagai jenjang pendidikan tercatat mengalami penurunan cukup signifikan, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Meski TKA bukan penentu kelulusan, capaian nilai yang relatif rendah ini memunculkan pertanyaan besar: apakah soal TKA terlalu sulit, atau ada persoalan lain yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan kita?
Berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, berikut rata-rata nilai TKA 2026 untuk jenjang SMA:
Bahasa Indonesia: 57,39
Matematika: 37,23
Bahasa Inggris: 26,71
Sementara itu, untuk jenjang SMK, capaian nilai juga tidak jauh berbeda:
Bahasa Indonesia: 53,62
Matematika: 34,74
Bahasa Inggris: di bawah SMA dan MA
Sebagai catatan, nilai maksimal TKA adalah 100,00 untuk setiap mata pelajaran wajib. Secara umum, capaian tertinggi masih diraih oleh siswa SMA, disusul MA dan SMK.
Namun ada pengecualian menarik, yakni Bahasa Inggris Paket C justru mencatat rerata lebih tinggi dibandingkan MA dan SMK.
Walaupun TKA tidak menentukan kelulusan siswa, hasilnya dinilai mampu menjadi cermin kualitas pembelajaran di sekolah. Hal inilah yang membuat publik dan para akademisi menaruh perhatian serius pada capaian tahun ini.
Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tuti Budirahayu, mengungkapkan bahwa rendahnya nilai TKA tidak bisa dilihat semata-mata dari tingkat kesulitan soal.
Menurut Prof Tuti, banyak siswa menganggap TKA sebagai ujian “formalitas” karena tidak menentukan kelulusan maupun seleksi masuk perguruan tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media