Nasional . 05/01/2026, 18:16 WIB

Terjawab! Pakar Ungkap Jebloknya Nilai TKA 2026

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Siswa perlu disadarkan bahwa belajar bukan sekadar untuk ujian, tetapi untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata dan dunia kerja.

Materi pelajaran juga perlu dikaitkan dengan isu aktual agar terasa relevan dan bermakna.

2. Literasi Digital yang Kritis

Alih-alih menjadi sumber distraksi, teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat pendukung pembelajaran.

Siswa perlu dibekali kemampuan literasi digital kritis agar mampu menyaring informasi dan menggunakan teknologi secara produktif.

3. Reformasi Pendidikan Secara Menyeluruh

Prof Tuti menekankan perlunya reformasi pendidikan besar-besaran, termasuk:

  • Peningkatan kualitas guru sebagai SDM utama

  • Pengurangan kesenjangan pendidikan antarwilayah

  • Pemerataan kualitas sekolah negeri dan swasta

  • Sinkronisasi kebijakan antar-kementerian pengelola pendidikan

4. Sinergi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah Daerah

Pendampingan belajar tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Peran orang tua dan pemerintah daerah juga sangat penting.

Program mentoring dan konseling di sekolah perlu diperkuat untuk membantu siswa, baik secara akademik maupun psikologis.

“Kerja sama semua pihak akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh,” pungkas Prof Tuti.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com