Nasional . 05/01/2026, 18:16 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Siswa perlu disadarkan bahwa belajar bukan sekadar untuk ujian, tetapi untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata dan dunia kerja.
Materi pelajaran juga perlu dikaitkan dengan isu aktual agar terasa relevan dan bermakna.
Alih-alih menjadi sumber distraksi, teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat pendukung pembelajaran.
Siswa perlu dibekali kemampuan literasi digital kritis agar mampu menyaring informasi dan menggunakan teknologi secara produktif.
Prof Tuti menekankan perlunya reformasi pendidikan besar-besaran, termasuk:
Peningkatan kualitas guru sebagai SDM utama
Pengurangan kesenjangan pendidikan antarwilayah
Pemerataan kualitas sekolah negeri dan swasta
Sinkronisasi kebijakan antar-kementerian pengelola pendidikan
Pendampingan belajar tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Peran orang tua dan pemerintah daerah juga sangat penting.
Program mentoring dan konseling di sekolah perlu diperkuat untuk membantu siswa, baik secara akademik maupun psikologis.
“Kerja sama semua pihak akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh,” pungkas Prof Tuti.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media