Politik . 06/01/2026, 19:15 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mendesak jajaran kabinetnya untuk mempercepat laju kerja mereka, terutama dalam program-program yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produksi pangan. Teguran ini disampaikan dalam sesi retreat tertutup di Hambalang pada Selasa, 6 Januari 2026, yang bertujuan untuk menyemangati para menteri agar bekerja lebih gesit demi kemajuan bangsa.
Intisari :
Dalam suasana yang akrab namun penuh tuntutan, Presiden Prabowo Subianto tidak ragu memberikan sinyal jelas. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan adanya penekanan agar seluruh menteri di Kabinet Merah Putih meningkatkan kecepatan kerja mereka.
Prasetyo Hadi menjelaskan, teguran tersebut bukanlah bentuk kekecewaan, melainkan sebuah dorongan kuat. "Teguran dalam artian melecut semangat, iya. Karena Bapak Presiden memang benar-benar menghendaki kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi," ujar Prasetyo Hadi.
Fokus utama percepatan kerja ini menyasar pada sektor-sektor krusial yang bersinggungan langsung dengan kesejahteraan rakyat, seperti penciptaan lapangan kerja dan program-program padat karya. Presiden Prabowo ingin agar terobosan-terobosan yang telah dirancang dapat segera terwujud dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu contoh konkret yang diungkapkan oleh Prasetyo Hadi adalah percepatan pembangunan kampung nelayan. Program ini dipandang memiliki dual fungsi penting: selain menyerap tenaga kerja, juga esensial untuk mendongkrak produksi protein dari sektor perikanan.
"Jadi beliau memang ingin sesegera mungkin program-program tersebut karena bersifat selain padat karya juga itu akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan untuk kita bisa meningkatkan asupan protein bagi seluruh rakyat kita," jelasnya dengan optimisme.
Namun, di balik penekanan untuk bekerja lebih cepat, Presiden Prabowo juga melayangkan apresiasi mendalam atas kinerja anggota Kabinet Merah Putih. Di awal tahun 2026 ini, Presiden mengungkapkan kebanggaannya atas keberanian para menterinya dalam mengambil inisiatif dan keputusan penting sepanjang satu tahun masa kepemimpinannya.
Prabowo menggarisbawahi bahwa para menterinya tidak hanya menunggu perintah, tetapi aktif mengajukan gagasan dan mengeksekusi kebijakan. Sikap proaktif ini, menurut Presiden, mencerminkan keberanian yang sesungguhnya.
"Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif. Karena mengambil keputusan, mengambil inisiatif itu membutuhkan keberanian. Yang paling aman, paling gampang, adalah tidak berbuat apa-apa atau menunggu petunjuk," tegas Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun 2026.
Presiden menilai, keberanian tersebut lahir dari pemahaman mendalam para menteri terhadap arah besar, tujuan, serta strategi pemerintahan yang telah digariskan. Pemahaman ini memungkinkan mereka untuk bergerak cepat tanpa harus selalu bergantung pada instruksi dari atas.
"Pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, memahami direktif pemimpin. Sehingga, yang dipahami adalah arah besar. Bukan tiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan," imbuhnya, memberikan pujian setinggi-tingginya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media