Nasional . 06/01/2026, 16:20 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
Lelucon ini tentu saja tidak lepas dari dinamika politik yang terjadi jelang dan sesudah Pemilihan Presiden 2024.
PKB, yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar, sebelumnya sempat berhadapan langsung dengan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pilpres.
Saat itu, PKB bersama PKS dan NasDem mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pasca-kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, peta politik berubah drastis.
Partai-partai yang sebelumnya menjadi penantang, termasuk PKB, PKS, dan NasDem, menyatakan dukungan mereka kepada pemerintahan Presiden Prabowo.
Perubahan sikap politik ini menunjukkan kematangan berpolitik dan kemampuan adaptasi para elite partai dalam menghadapi realitas kekuasaan.
Perubahan arah politik PKB ini dibuktikan dengan kehadiran dan peran aktifnya dalam struktur Kabinet Merah Putih.
Intisari :
Posisi strategis ini menunjukkan betapa pentingnya PKB dalam koalisi pemerintahan saat ini.
Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, kini memegang kendali sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, sebuah jabatan krusial dalam pembangunan bangsa.
Tidak hanya PKB, PKS pun turut ambil bagian dalam mengisi kabinet.
Prof. Yassierli, seorang teknokrat yang diusulkan oleh PKS, kini dipercaya menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan.
Penunjukan ini menegaskan bahwa pemerintah Presiden Prabowo terbuka terhadap berbagai elemen, termasuk partai-partai yang sebelumnya berada di luar barisan pendukung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media