Nasional . 07/01/2026, 14:09 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Selain itu, PVMBG juga melarang aktivitas masyarakat dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area ini sangat rentan terhadap bahaya lontaran batu pijar, yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan panjang.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar. Ancaman ini terutama mengintai wilayah sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu langsung di puncak gunung.
Beberapa jalur yang perlu mendapat perhatian serius antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui lahar, terutama saat terjadi hujan.
Dengan intensitas erupsi yang masih terjadi, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi, mematuhi rekomendasi otoritas, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivitas Gunung Semeru kali ini kembali mengingatkan bahwa kewaspadaan dan disiplin terhadap zona bahaya menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko di tengah dinamika alam yang terus bergerak. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media