Megapolitan . 08/01/2026, 18:27 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Kisah di balik penamaan Jatiuwung bukan sekadar kebetulan geografis semata, melainkan sebuah cerminan perjalanan historis yang kaya.
Burhanudin, dalam bukunya yang monumental bertajuk "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang," mengupas tuntas akar nama daerah yang kini memiliki peran vital bagi Kota Tangerang.
Dia menjelaskan bahwa penyebutan Kampung Jatiuwung sudah terukir dalam catatan sejarah sejak masa penjajahan Belanda.
Lebih dari sekadar lokasi yang dihuni banyak pohon jati, kawasan ini juga menjadi pusat kediaman para petinggi lokal.
Perluasan makna nama Jatiuwung semakin jelas ketika Burhanudin merinci bahwa daerah ini tidak hanya identik dengan alam, tapi juga dengan tokoh-tokoh berpengaruh.
K.H Ahmad Sairun, misalnya, pernah mengemban amanah sebagai Bupati Tangerang atau Patih pada periode krusial transisi dari era kolonial menuju kemerdekaan.
Keberadaan tokoh-tokoh besar ini, termasuk para kiai dan ulama terkemuka seperti K.H Barmawi yang telah lama dikenal kealimannya, menjadikan Jatiuwung sebagai area yang dihuni oleh figur-figur penting.
Informasi ini diperkuat melalui kutipan dari buku Burhanudin, seperti yang dipublikasikan oleh FIN dari laman resmi Pemerintah Kota Tangerang pada Kamis, 8 Januari 2026.
Perjalanan waktu membawa perubahan dramatis pada lanskap Jatiuwung.
Kawasan yang dulu rindang oleh pepohonan jati kini menjadi pemandangan langka.
Hilangnya habitat pohon jati ini tak lepas dari pesatnya perkembangan area tersebut menjadi kawasan permukiman yang padat.
Selain itu, Jatiuwung bertransformasi menjadi pusat industri yang menjadi urat nadi perekonomian Kota Tangerang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media