Nasional . 08/01/2026, 07:58 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Cuaca ekstrem kembali menjadi sorotan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku untuk Kamis dan menuntut kesiapsiagaan masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Melalui unggahan resmi akun Instagram @infobmkg, BMKG menegaskan bahwa intensitas hujan tidak merata, namun berpotensi signifikan di sejumlah provinsi. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena hujan lebat kerap memicu dampak lanjutan seperti genangan, banjir, hingga tanah longsor di beberapa daerah.
BMKG mencatat potensi hujan lebat dan sangat lebat terkonsentrasi di beberapa wilayah utama. Daerah yang masuk dalam kategori waspada antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi juga berpeluang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung serta Banten.
Tidak hanya di wilayah barat Indonesia, potensi cuaca ekstrem ini juga menjangkau kawasan tengah dan timur. Nusa Tenggara Barat serta Nusa Tenggara Timur masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat. Sementara di kawasan timur, BMKG menyoroti Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan sebagai wilayah dengan peluang hujan sangat lebat yang patut diantisipasi sejak dini.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebaran hujan tidak hanya terfokus di satu zona, melainkan meluas dari barat hingga timur Indonesia. Oleh karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan secara nasional, bukan hanya di wilayah tertentu.
Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan potensi hujan yang disertai petir di sejumlah kota besar. Untuk wilayah barat Indonesia, hujan petir diperkirakan terjadi di Pekanbaru dan Bandar Lampung. Kondisi serupa juga berpeluang muncul di Pontianak, Banjarmasin, serta Samarinda.
Hujan yang disertai petir kerap datang secara tiba-tiba dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi dan kegiatan ekonomi. Karena itu, masyarakat di wilayah perkotaan diimbau untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala dan menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan petir berlangsung.
BMKG juga merinci wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang. Kota-kota seperti Medan, Serang, Yogyakarta, dan Palangka Raya diprakirakan mengalami hujan dalam kategori ini. Meski tidak se-ekstrem hujan lebat, intensitas sedang tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi dalam durasi yang cukup panjang.
Di sisi lain, hujan ringan diperkirakan meluas di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam fase cuaca basah, meski dengan intensitas yang bervariasi.
Untuk kawasan timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan petir berpeluang terjadi di Kupang dan Mamuju. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan melanda Makassar, Jayapura, dan Merauke.
Selain hujan sedang dan petir, hujan ringan diprediksi meluas di sebagian besar Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Pola ini menandakan bahwa wilayah timur Indonesia juga tidak luput dari pengaruh kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media