Pendidikan . 08/01/2026, 20:59 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Hasil Proyek Sejarah Nasional Indonesia ini resmi diluncurkan pada 14 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah Nasional.
Momentum tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya refleksi dan pembaruan dalam memahami perjalanan bangsa.
Peluncuran ini sekaligus menandai berakhirnya dominasi buku Sejarah Nasional Indonesia versi lama yang selama puluhan tahun menjadi rujukan utama di sekolah dan perguruan tinggi.
Meski digadang-gadang sebagai tonggak baru penulisan sejarah nasional, proyek ini tidak lepas dari kritik.
Sejumlah akademisi dan aktivis menilai durasi pengerjaan yang hanya sekitar delapan bulan terlalu singkat untuk proyek sebesar ini.
Beberapa isu krusial yang menjadi sorotan antara lain:
Kekhawatiran adanya bias politik dalam narasi sejarah
Dugaan penghilangan atau penghalusan peristiwa tertentu
Minimnya partisipasi publik dan saksi hidup
Kekhawatiran soal narasi pelanggaran HAM masa lalu yang dianggap sensitif
Kritik tersebut ramai dibahas di ruang publik, media sosial, hingga forum akademik.
Menanggapi berbagai kritik tersebut, Agus Suwignyo menegaskan bahwa tim penyusun tidak anti kritik. Justru, ia berharap peluncuran buku ini dapat memicu diskusi luas di masyarakat.
“Saya pribadi akan senang nanti peluncuran ini akan memancing diskusi-diskusi di ruang publik, di komunitas-komunitas, di perguruan tinggi, di sekolah mengenai sejarah Indonesia,” ujarnya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media