Ekonomi . 12/01/2026, 19:19 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memproduksi BBM jenis solar secara mandiri.
Bahlil menyadari bahwa kebijakan ini pasti akan menimbulkan riak.
"Pasti ramai di media sosial karena dianggap Menteri ESDM potong jalur para importir," ungkapnya saat peresmian proyek RDMP Kilang Balikpapan.
Ia yakin, langkah ini akan mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang selama ini meraup keuntungan dari bisnis impor BBM.
Perubahan ini jelas mengancam model bisnis lama, namun krusial untuk kedaulatan energi.
Senjata utama pemerintah dalam mewujudkan mimpi besar swasembada energi ini adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Revitalisasi kilang minyak raksasa di Kalimantan Timur ini menelan investasi yang sangat fantastis.
Nilai investasinya mencapai sekitar 7,4 miliar dolar AS.
Jika dikonversikan ke Rupiah, angka ini setara dengan Rp124,79 triliun.
Angka yang sungguh mencengangkan, menunjukkan skala prioritas pemerintah terhadap sektor energi.
Dengan pengembangan masif ini, kapasitas produksi BBM nasional melonjak drastis.
Kapasitasnya meningkat dari 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD.
Ini berarti lebih banyak pasokan BBM yang bisa dihasilkan dari dalam negeri.
Hebatnya lagi, produk BBM yang dihasilkan kini telah memenuhi standar Euro V.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media