Nasional . 13/01/2026, 19:29 WIB

Diam-diam! Indonesia Jajaki 40 Jet Tempur JF-17 dan Drone Shahpar-II dari Pakistan

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan lawatan resmi ke Islamabad, Pakistan, pada Senin 12 Januari 2026.

Kunjungan ini menjadi sorotan internasional karena membuka peluang kerja sama strategis di bidang pertahanan, termasuk potensi pembelian jet tempur JF-17 Thunder dan drone kamikaze oleh Indonesia.

Dalam lawatan tersebut, Menhan Sjafrie bertemu dengan tiga tokoh kunci pertahanan Pakistan, yakni Menteri Produksi Pertahanan Pakistan Muhammad Raza Hayat Harraj, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, serta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Pakistan Marsekal Zaheer Ahmad Babar Sidhu.

Informasi mengenai pertemuan tersebut disampaikan oleh tiga pejabat keamanan yang mengetahui jalannya pembicaraan kepada kantor berita Reuters.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah potensi kesepakatan penjualan jet tempur dan drone kamikaze dari Pakistan ke Indonesia.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa pembahasan berfokus pada jet tempur multiperan JF-17 Thunder, pesawat hasil pengembangan bersama antara Pakistan dan China.

Selain itu, turut dibahas pula drone Shahpar-II, yang dirancang untuk misi pengintaian dan serangan presisi terhadap target darat.

Dua sumber keamanan lainnya mengungkapkan bahwa pembicaraan telah memasuki tahap lanjut dan melibatkan lebih dari 40 unit jet JF-17 Thunder.

Meski demikian, belum ada informasi resmi terkait jadwal pengiriman maupun durasi kontrak pembelian yang dibahas dalam negosiasi tersebut.

Belum Ada Keputusan Final

Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI, Brigjen Rico Ricardo Sirait, membenarkan adanya pembicaraan antara kedua negara. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan konkret yang dihasilkan.

“Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan hubungan kerja sama pertahanan secara umum, termasuk dialog strategis, penguatan komunikasi antar lembaga pertahanan, serta peluang kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang dalam jangka panjang,” ujar Rico kepada Reuters.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam tahap penjajakan dan evaluasi strategis, sejalan dengan kebijakan kehati-hatian pemerintah dalam pengadaan alutsista.

Di sisi lain, militer Pakistan juga mengonfirmasi pertemuan tersebut melalui pernyataan resmi. Disebutkan bahwa Menhan Sjafrie juga bertemu dengan Marsekal Lapangan Asim Munir untuk membahas kerja sama pertahanan yang bersifat saling menguntungkan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com