Nasional . 14/01/2026, 17:08 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang patut menjadi perhatian serius. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu meluncurkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer dari puncak pada Rabu siang. Kondisi ini langsung memicu imbauan kewaspadaan bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengungkapkan bahwa kejadian awan panas tersebut terekam jelas melalui aktivitas kegempaan. Dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Mukdas menyebutkan terjadi satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo mencapai 20 milimeter dan durasi gempa yang cukup panjang, yakni sekitar 3.000 detik.
Tak hanya itu, aktivitas Gunung Semeru pada periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam rentang waktu tersebut, tercatat sebanyak 33 kali gempa letusan atau erupsi. Gempa-gempa itu memiliki amplitudo berkisar antara 15 hingga 22 milimeter, dengan durasi masing-masing gempa berlangsung antara 62 sampai 130 detik.
Selain gempa letusan, Pos Pengamatan Gunung Semeru juga merekam satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 milimeter. Aktivitas tektonik pun ikut terpantau, di mana terjadi dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo antara 10 hingga 25 milimeter. Rangkaian aktivitas ini menegaskan bahwa dinamika Gunung Semeru masih sangat aktif dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru tetap berada pada level III atau siaga. Status tersebut membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang wajib dipatuhi masyarakat. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat di luar radius tersebut agar tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya, kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Tak berhenti di situ, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Area ini tergolong sangat berbahaya karena rawan terkena lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Risiko lain yang tak kalah serius datang dari potensi awan panas guguran, guguran lava, hingga lahar. Ancaman tersebut mengintai sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu langsung di puncak Gunung Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat. Selain itu, sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Ia menyebut awan panas guguran terjadi pada pukul 11.25 WIB dengan amplitudo maksimum 20 milimeter. Meski demikian, Isnugroho memastikan bahwa getaran awan panas telah berhenti sekitar pukul 12.15 WIB.
Meski aktivitas awan panas sudah mereda, BPBD Lumajang tidak mengendurkan pengawasan. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap perkembangan aktivitas gunung api dapat segera diinformasikan kepada masyarakat.
Dengan status siaga yang masih melekat, Gunung Semeru kembali mengingatkan bahwa potensi bahaya bisa muncul kapan saja. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan rekomendasi resmi dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari otoritas terkait. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko di tengah aktivitas vulkanik yang masih tinggi. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media