Nasional . 14/01/2026, 14:25 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Aset tanah dan bangunan kerap menjadi sorotan karena nilainya yang cenderung stabil bahkan meningkat dari waktu ke waktu, terutama di wilayah dengan potensi ekonomi tinggi.
Menariknya, seluruh kendaraan mewah milik Sherly mengalami perubahan status dalam laporan LHKPN terbaru. Jika sebelumnya tercatat sebagai hasil sendiri, kini kendaraan tersebut berstatus warisan.
Daftar kendaraan tersebut antara lain:
Land Rover tahun 2019
Lexus tahun 2023
Hummer Jeep
Toyota Alphard
Sepeda motor Kawasaki
Meski status kepemilikan berubah, nilai total kendaraan tetap tercatat sekitar Rp7,06 miliar. Perubahan status ini menyesuaikan klasifikasi sumber perolehan harta dalam pelaporan resmi ke KPK.
Kenaikan paling mencolok terlihat pada pos kas dan setara kas. Dalam laporan Oktober 2024, nilai kas Sherly tercatat sebesar Rp146,17 miliar.
Namun per Februari 2025, angka tersebut melonjak menjadi Rp236,59 miliar, atau naik sekitar Rp90,42 miliar hanya dalam hitungan bulan.
Lonjakan kas ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan kekayaan bersih secara signifikan.
Tak hanya kas, nilai surat berharga yang dimiliki Sherly juga mengalami peningkatan. Dari semula Rp245,32 miliar, kini naik menjadi Rp262,02 miliar.
Artinya, terdapat tambahan sekitar Rp16,7 miliar pada instrumen investasi ini. Surat berharga kerap mencerminkan strategi pengelolaan aset jangka menengah hingga panjang.
Di sisi lain, kewajiban utang Sherly justru mengalami penurunan drastis. Jika sebelumnya tercatat sebesar Rp24,48 miliar, kini menyusut menjadi hanya Rp6,99 miliar.
Penurunan utang sebesar Rp17,48 miliar ini turut memberikan kontribusi besar terhadap lonjakan kekayaan bersih yang dilaporkan.
Secara matematis, kombinasi kenaikan aset dan penurunan kewajiban membuat total kekayaan Sherly mendekati angka Rp1 triliun. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media