Nasional . 15/01/2026, 16:02 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sekitar 1.200 rektor, dekan, dan guru besar dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia berlangsung selama kurang lebih tiga jam.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden membahas sejumlah isu strategis, salah satunya terkait dinamika geopolitik global.
“Tadi Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal, yang pertama mengenai kondisi dunia,” ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurut Brian, situasi geopolitik internasional yang tengah mengalami pergeseran signifikan menuntut Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menaruh harapan besar pada peran perguruan tinggi.
“Kondisi geopolitik global saat ini membuat setiap negara harus mampu mandiri dan bertahan. Karena itu, penguasaan sains dan teknologi menjadi sangat penting, dan perguruan tinggi diharapkan menjadi lokomotifnya,” jelas Brian.
Ia menambahkan, perguruan tinggi beserta para guru besar memiliki peran sebagai brains of the country yang memikul tanggung jawab besar terhadap kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.
Brian juga menyampaikan bahwa Presiden menekankan posisi para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai figur terpilih yang dipercaya publik untuk memimpin pengembangan akademik dan keilmuan nasional.
Oleh karena itu, Presiden mengajak kalangan akademisi untuk terus melakukan refleksi atas kontribusi nyata yang telah dan dapat diberikan bagi Indonesia.
“Marilah kita merefleksikan diri, apa yang sudah bisa kita sumbangkan kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Brian.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media